Di Jombang Kota Cilegon, Gas Elpiji 3 Kg Langka

Di tengah pandemik virus Corona (Covid-19), warga lingkungan Rokal, Kelurahan Jombangwetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, mengeluh akibat kesulitan mendapatkan Gas Elpiji 3 kg.

”Sudah beberapa hari saya mencari gas berwarna hijau itu,namun sampai dengan saat ini belum ketemu,” kata Wati, warga Lingkungan Rokal kepada Kabar Banten, Ahad (12/4/2020).

Dia mengaku sudah mencari Gas Melon besubsidi tersebut, namun tak kunjung dapat. Bahkan, dirinya sudah mencoba mencari Gas Elpiji 3 Kg keluar wilayah kecamatan, namun tak juga dapat.

Dia mengatakan, sejumlah warung juga saat ini sudah banyak yang tidak berjualan gas 3 kg tersebut.

Sementara itu beberapa pemilik warung di daerah tersebut, diketahui sudah 2 bulan tidak dikirim gas 3 kg.

“Saya kira ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, karena ditengah pandemic virus Covid-19, ada apa dengan gas 3 kg ini. Kalau saja ada barangnya kemudian harganya naik, kemungkinan tidak ada masalah,akan tetapi harga naik, kemudian gas tidak ada, ini yang menjadi masalah,” ujar salah seorang pemilik waring yang tidak mau disebutkan jatidirinya.

Warga Rokal lainnya Nunung, mengeluhkan hal yang sama. Menurut dia, kelangkaan gas 3 kg seperti menjadi masalah yang mengkhawatirkan. Karena,kata dia, selain pemerintah yang menganjurkan peralihan dari minyak, tapi kemudian gas tersebut tidak ada.

“Harusnya ketika beralih ke gas 3 kg, pemerintah sudah menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk berapa jumlah KK yang dapat memperoleh gas tersebut, kemudian rutinitas pengirimannya seperti apa,” tuturnya.

Ia berharap kelangkaan gas 3 kg segera diatasi,karena masih banyak masyarakat yang menggunakan program bantuan dari pemerintah tersebut.

”Kalau harapan kami, jangan sampai kelamaan gas tersebut langka, karena banyak pengeluaran. Kasihan masyarakat kecil, sudah gas nggak adaada pandemic corona, makanan di warung naik, banyak pengeluaranlah,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Bayu Panatagama ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti hasil laporan dari warga tersebut. Bayu mengakui bahwa gas 3 kg sangat dibutuhkan masyarakat.

“Baik nanti kami akan turun ke lapangan melakukan cross check baik pasokan maupun peredaran,” ujarnya. (Himawan Sutanto)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here