Selasa, 11 Desember 2018

Di Baznas Kabupaten Serang, Infak RTLH Menurun Drastis

SERANG, (KB).- Dana infak dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Serang untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang dititipkan di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang menurun drastis di Februari 2018. Pada Januari dana terkumpul Rp 100 juta, namun Februari hanya mencapai Rp 14 juta.

Ketua Baznas Kabupaten Serang, Wardi Muslich mengatakan, sekarang dana infak untuk RTLH menurun. “Januari Rp 100 juta, tapi Februari hanya Rp 14 juta. Mungkin ini karena sukarela, jadi tidak diwajibkan. Kalau dulu ada surat edarannya, sekarang tidak dan itu diberi kebebasan mau berapapun menyumbangnya. Kalau sekarang ada yang pakai perelek,” katanya.

Ia menuturkan, sekarang proposal pengajuan ke Baznas sudah ada sekitar 40 proposal yang masuk, namun dananya belum mencukupi, Rp 14 juta tersebut tidak cukup untuk satu rumah, karena per rumah Rp 25 juta. “Tapi, dalam hal ini Baznas kan hanya menampung saja,” tuturnya. Ia mengungkapkan, sejak 2017 sampai sekarang, sudah ada 44 RTLH yang dibantu dari infak ASN, total dananya sekitar Rp 1, 1 miliar. “Kalau dulu dananya masuk per bulan,” ujarnya.

Pada Selasa (27/2/2018), Baznas menyerahkan dana untuk perbaikan dua RTLH di Kecamatan Kopo kepada perwakilan Kodim 0602, dana diterima Bendahara Kodim O602, Serda Ujang Gunawan. “Penerima bantuan RTLH-nya, yaitu Sawiri di Kampung Maja 1, RT005/RW02, Desa Carenang Udik, Kecamatan Kopo dan Kusna di Kampung Geredug, RT015/RW001, Desa Gabus, Kecamatan Kopo. Pengerjaannya akan dilakukan anggota Kodim,” ucapnya.

Sementara, terkait penurunan infak ASN untuk perbaikan RTLH, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Agus Erwana mengatakan, jika dana infak dari ASN menurun dan pihaknya sedang mencari solusi terbaik untuk hal tersebut. “Nanti diupayakan mulai kumpulkan lagi. Memang paling terbanyak ASN kan di Disdikbud dan Disdikbudnya sudah keluarkan edaran, bahwa tidak boleh ada pungutan, apapun sifatnya tidak boleh, ini dampak dari penangkapan teman PGRI di Kopo. Jadi, Disdik ke bawahnya beri edaran jangan pungut apapun,” katanya.

Meski demikian, ujar dia, pihaknya akan mencoba membahas langsung dengan kepala sekolah terkait sumbangan sukarela tersebut. Ini sifatnya sukarela tidak ada hukuman jika tidak memberikan. “Ini masih diyakini, bahwa mereka masih ada trauma ketakutan. Jadi, kami sedang memikirkan juga, gimana kalau gini terus, teman-teman dinas bisa ikut-ikutan. Maka, sedang kami evaluasi camat-camat juga jangan sampai terbawa,” ucapnya.

Ia mengatakan, akan memberi pemahaman kepada ASN, bahwa tidak perlu takut menyumbang, karena itu sifatnya sukarela dan ladang amal. “Insya Allah mereka mulai mengerti lah. Tapi, memang ada juga permasalahan lainnya, yaitu sekarang anggaran gaji semuanya masuk ke rekening lebih susah lagi, untuk memungutnya biasanya kan pas gajian bisa masukin ke kotak (infak sukarela). Kalau sekarang gak bisa, karena semuanya langsung masuk rekening masing-masing. Ini sedang dipikirkan gimana cara terbaiknya, kami evaluasi, ya kami tidak menyalahkan, tapi kami coba cari solusi terbaik yang tetap tidak menyalahi aturan,” tuturnya.

Ia mengatakan, dahulu dari sumbangan ASN bisa memperbaiki tiga, bahkan lebih RTLH setiap bulannya, namun sekarang memang untuk satu saja kewalahan. “Makanya, kami ingin duduk bersama juga dengan OPD apa perlu MoU pemkab dengan polres dan kejaksaan,” katanya. (YY)***


Sekilas Info

RSUD Kota Serang Siap Kerja Sama dengan BPJS

SERANG, (KB).- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Toyalis mengatakan, pembangunan tahap kedua Rumah Sakit Umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *