Dewan & OPD Segera Datangi Perkebunan Buah Naga PT Agro Fruit Mandiri

Perkebunan Buah Naga PT Agro Fruit Mandiri.*

SERANG, (KB).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan segera mendatangi lokasi perkenunan buah naga PT Agro Fruit Mandiri di Kecamatan Baros. Hal itu dilakukan untuk melihat kondisi perkebunan yang dinilai belum melakukan penataan lingkungan.

Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum mengatakan, sesuai intruksi atau hasil audiensi yang telah dilakukan pada Kamis (20/2/2020), pihaknya bersama OPD terkait akan melakukan tinjauan ke lokasi perkebunan buah naga yang direncanakan pekan depan.

Dalam kunjungan tersebut, akan melihat bagaimana kondisi atau penataan lingkungan di perkebunan buah naga itu karena dianggap telah menyebabkan terjadinya banjir di Kecamatan Baros.

“Rencananya Senin (24/2/2020) akan dilakukan tinjauan dan pemetaan dari kami. Nanti kami juga ikutsertakan warga setempat dalam kunjungannya ini. Sesuai dengan intruksi pak wakil bupati juga,” katanya kepada wartawan, Jumat (21/2/2020).

Baca Juga : Wakil Bupati Serang Ancam Tutup Perkebunan PT Agro Fruit Mandiri

Dia mengatakan, banyak warga yang merasa keberatan dengan keberadaan perkebunan tersebut karena dinilai menimbulkan banyak kerugian. Puncaknya saat terjadinya banjir beberapa waktu lalu di Kecamatan Baros, sehingga menyebabkan satu rumah rusak. Bahkan sebelumnya pun banjir terparah juga sempat terjadi yang mengakibatkan sejumlah rumah dan sekolah rusak.

“Kami akan melihat dulu kondisi disana dan melakukan pemetaan agar mereka membuat saluran irigasi dan penampung air hujan. Jadi jangan sampai masuk ke kawasan permukiman warga,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya hasil audiensi tersebut pun didapatkan kesepakatan agar perusahaan melakukan penataan lingkungan di area perkebunan. Selain itu, juga perusahaan diminta untuk melengkapi perizinan yang belum diselesaikan oleh perusahaan.

“Nanti yang kesana itu kemungkinan dari komisi I kemudian PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang beserta warga setempat, kalau perusahaan tidak menjalankan kesepakatan ya ditutup saja,” ucapnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here