Dewan Minta Bantuan UMKM Diperkuat

SERANG, (KB).- DPRD Provinsi Banten mendukung Pemprov Banten mengutamakan kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), dalam upaya menyehatkan Bank Banten. Jika terwujud, kerja sama ini harus diikuti dengan penguatan program usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Banten Iyan Setiawan menilai, langkah pemprov membangun kerja sama dengan BRI untuk menyehatkan Bank Banten sudah tepat. Kerja sama ini diyakini akan berdampak positif terhadap Bank Banten.”Dengan majunya Bank Banten, maka dampak positifnya akan dirasakan oleh masyarakat Banten,” ujar Iyan Setiawan, Ahad (10/3/2019).

Kerja sama itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh Bank Banten karena BRI termasuk bank yang sudah memiliki pengalaman lebih dulu dibanding Bank Banten. “Kalau dilihat dari kinerja dan capaiannya cukup baik. Kunjungan Komisi III ke kantor-kantor cabang semakin membaik,” tuturnya.

Jika kerja sama ini terwujud, ia meminta agar Bank Banten kembali memperkuat program untuk UMKM. “Komitmen Bank Banten untuk modal pedagang kecil kami nilai sudah baik. Tetapi keinginan kami agar sektor tersebut ditambah lagi,” ujar pria yang juga Politikus PDIP ini.

Menurutnya, upaya membesarkan Bank Banten menjadi tanggung jawab bersama antara eksekutif dan legislatif. Kedua lembaga ini harus kompak sehingga Bank Banten bisa memberikan sumbangsih lebih besar pada masyarakat Banten.”Harus kompak membesarkan Bank Banten. Dengan segala kelemahan yang ada. Yang suatu saat Bank Banten kita akan menjadi besar,” katanya.

Isi perjanjian

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten Mahdani mengatakan, pemprov sudah melakukan beberapa langkah agar proses kerja sama dengan BRI bisa segera dilakukan. Terbaru, pemprov sedang melakukan pembahasan terkait isi perjanjiannya. “Ini sedang dibahas perjanjiannya. Kita yang pertama selesaikan perjanjian dengan BRI dulu. BRI masuk, kita masuk lagi, jadi mempercepat,” ujarnya.

Rencana kerja sama ini juga telah dikonsultasikan dengan ke KPK. Tujuannya agar kerja sama ini tidak terbentur aturan hukum.”Minta pendapat dari sisi hukum, supaya sudah sesuai dengan ketentuan saja. Untuk (jawaban dari KPK) yang tahap awal sudah, cuma waktu itu minta nunjukin hasil kajian-kajian kita. Kajian sudah, itu yang dilakukan BRI. BRI kan pernah melakukan due diligence (penyelidikan penilaian kinerja perusahaan), itu kita tunjukkan ke KPK,” ucapnya.

Jika kerja samanya sudah terbangun, kata dia, BRI akan memberikan bantuan untuk Bank Banten. Setelah Bank Banten dalam keadaan normal maka BRI akan menarik saham Bank Banten. “Nanti dia (BRI) pada saat kita sudah sehat baru saham. Sekarangkan modal kita (saham pemprov di Bank Banten) 51 persen. 49 persen punya publik, mungkin nanti ditarik BRI. Sekarang membantu menyehatkan dulu. (Modal) untuk sehat kita lagi nunggu due diligence BRI. Kurang lebih Rp 1,8 triliun,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here