Kamis, 18 Oktober 2018

Dewan Dukung Penanggalan ‘Banten’ dari BJB

SERANG, (KB).- Permintaan penanggalan nama ‘Banten’ pada Bank Jabar Banten (BJB) dinilai tepat oleh DPRD Banten. Alasannya, pertumbuhan pasar Bank Banten akan lebih cepat karena lepas dari bayang-bayang bank yang diawal pendiriannya bernama PD Bank Karya Pembangunan Daerah Jawa Barat tersebut.

“Saya setuju. Supaya pertumbuhan pasar Bank Banten lebih cepat. Saya melihat hal ini sebagai suatu yang baik, karena kita sudah punya bank sendiri yang ingin kita kembangkan,” ujar Anggota Komisi III DPRD Banten, Budi Prajogo, Rabu (10/10/2018).

Oleh karena itu, kata dia, penamaan Banten menjadi satu-satunya brand milik Bank Banten atau lepas dari bayang-bayang BJB.”Memang akan lebih baik penamaan Banten untuk bank itu satu saja, jadi lepas dari bayang-bayang BJB,” kata Ketua Harian Badan Anggaran (Banggar) ini.

Menurutnya, Bank Banten akan sulit bersaing dengan BJB yang notabene memiliki kecukupan modal.”Kalau bicara persaingan agak sulit ya. Dari sisi kecukupan modal, kalau bahasa kita mah jauh keneh. Tapi paling tidak dari sisi penamaannya bisa berkomunikasi,” ucapnya.

Sementara terkait surat permintaan penghapusan nama Banten tersebut, Budi belum mengetahui lebih jauh.”Tapi lebih baik itu suratnya ke Pemprov Banten selaku pemegang sahamnya supaya lebih elok. Kalaupun enggak diganti namanya, kita bisa bekerja sama atau seperti apa,” tutur politisi PKS ini.

Sementara Pelaksana harian (Plh) Sekda Banten, Ino S Rawita mengatakan, perihal surat permintaan penanggalan nama ‘Banten” pada BJB tersebut sudah disampaikan ke Pemprov Jabar. “Saya kira sudah dikirim lama itu. Kalau secara tertulis jawabannya saya belum lihat. Tetapi itu kan memang membutuhkan proses, tidak bisa sekaligus,” ujarnya, melalui sambungan telepon.

Proses divestasi saham

Ino mengatakan, untuk menindaklanjuti hal tersebut Pemprov Banten melalui tim divestasi saham BJB akan berkoordinasi dengan pihak terkait.”Kan di sana (Jabar) harus ada proses, ada gubernurnya juga, ada RUPS (rapat umum pemegang saham). Jadi harus dibahas dulu. Di kita ada tim divestasi, ketuanya Pak Yusuf (Staf Ahli Gubernur), coba tanya sudah sejauh mana itu,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini tim divestasi BJB sudah menindaklanjuti hal tersebut dengan beberapa kali pertemuan dengan pihak Pemprov Jabar maupun BJB.”Tindak lanjutnya baru pertemuan-pertemuan, itu prosesnya kan panjang,” tutur Ino yang juga Asda II ini.

Sebelumnya, BJB diminta untuk menanggalkan nama Banten di brand-nya. Sebab, saat ini Provinsi Banten sudah memiliki Bank Pembangunan Daerah (BPD). Selain rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemprov Banten juga sudah mengirimkan surat permintaan kepada Pemprov Jabar untuk menghilangkan nama Banten di brand BJB.

“Sesuai dengan rekomendasi dari OJK, BJB sudah diminta untuk menanggalkan nama Banten,” kata Direktur Bank Banten Kemal Idris kepada wartawan saat RUPS Luar Biasa (LB) dan Public Expose 2018, di Kota Serang, Banten, Selasa (9/10).

Baca Juga: BJB Diminta Hapus Nama Banten

Bukan hanya pemegang saham, kata dia, Pemprov Banten juga sudah mengirimkan surat permintaan kapada Pemprov Jabar untuk menanggalkan nama Banten di brand BJB. Dia berharap, pada RUPS BJB mendatang para pemegang saham akan menyetujui rekomendasi OJK dan permintaan Pemprov Banten untuk menghilangkan nama Banten.

“Kami mengimbau dan meminta kepada pemegang saham (BJB) dan yang lainnya seyogyanya bisa dikabulkan (penanggalan nama Banten),” ucapnya.

Menurut Komisaris Bank Banten, Titi Khoiriah, saat ini Pemprov Banten sudah membentuk tim divestasi saham. Rencananya, tahun depan saham Pemprov Banten di BJB sebanyak 5,37 persen dapat dialihkan ke Bank Banten.

“Kami sedang melakukan pengkajian secara hukum dan ke ekonomisannya agar tepat dan tahun depan bisa terealisasi. Dalam waktu dekat akan diusulkan melalui RUPS BJB,” katanya. (RI)*


Sekilas Info

Randis ”Prado” untuk Wali Kota Terpilih, Pemkot Serang Anggarkan Rp 1,8 Miliar

SERANG, (KB).- Kendaraan dinas (randis) Wali Kota Serang dianggarkan Rp 1,8 miliar pada APBD Perubahan 2018. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *