Dewan Dorong Percepatan Perda Perlindungan Tenaga Kerja Lokal

CILEGON, (KB).- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon terkesan serius merespons aspirasi warga yang menginginkan dibentuknya peraturan daerah atau perda perlindungan tenaga kerja lokal.

Bahkan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Yusuf Amin menyatakan siap mendorong pembentukan perda tersebut.

“Kami siap menyukseskan perda perlindungan tenaga kerja lokal,” katanya, Senin (20/1/2020).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mengatakan, perda tersebut, memang harus segera dibuat untuk melindungi penduduk yang tinggal di sekitar industri.

Menurut dia, sudah waktunya Kota Cilegon memiliki perda perlindungan tenaga kerja lokal. Karena, Cilegon sebagai kota industri.

“Karena itu, kami mempunyai tanggung jawab moral terhadap masyarakat untuk dapat hidup sejahtera,” ujarnya.

Baca Juga : Mendesak, Perda Perlindungan Tenaga Kerja Lokal

Ia menuturkan, berdasarkan informasi yang didapat, sejumlah daerah sudah menetapkan perda tersebut.

“Contoh kecil di Bali, banyak warga pribumi yang menjual tanahnya kepada investor asing. Kemudian, masyarakatnya hanya dijadikan penonton.

Bali sebagai daerah tujuan wisata tentu menjadikan masyarakatnya harus bisa memberikan pelayanan kepada wisatawan. Oleh karena itu, diterapkan perda yang memihak tenaga kerja lokal.

Hal yang sama dikatakan anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik. Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut menilai, pembentukan perda perlindungan anak bisa menekan angka pengangguran yang tinggi di Kota Cilegon.

Menurut dia, untuk pembentukan perda tersebut, diperlukan sinergitas antara eksekutif dan legislatif. Dengan adanya perda tersebut, tutur dia, diharapkan akan terjadi pemerataan ekonomi masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga Cilegon yang tergabung dalam Rumah Peradaban Banten (RPB) dan Persatuan Masyarakat Asli Gusuran (PMAG) mendesak DPRD, agar segera membuat perda perlindungan tenaga kerja lokal.

Alasannya selama ini masih terjadi kekisruhan dalam perekrutan tenaga kerja. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here