Desa di Kabupaten Pandeglang Didorong Tangguh Bencana

PANDEGLANG, (KB).- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak kalangan masyarakat di Pandeglang untuk mewujudkan Desa Tangguh Bencana (Destana) di masing-masing wilayah yang memiliki potensi bencana.

Kasubdit Peran Masyarakat Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB Pangarso Suryotomo mengatakan, ada sekitar 3.900 destana di Indonesia yang telah dibentuk, termasuk menginisiasi dua destana di Kabupaten Pandeglang.

Kedua destana itu nantinya akan dijadikan percontohan yang nantinya akan dikembangkan oleh Pemerintah Daerah khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan desa-desa lain yang ada di Kabupaten Pandeglang untuk membentuk destana baru.

“Di Pandeglang baru ada dua destana yang diinisiasi oleh kami, yang dua itu untuk percontohan untuk desa-desa yang lain, nantinya (Destana) akan bertambah,” kata Pangraso saat menjadi pemateri pelatihan siaga bencana di Tanjung Lesung, Rabu (24/4/2019).

Risiko bencana di Kabupaten Pandeglang, lanjut dia, tersebar di 48 desa yang tersebar di 10 kecamatan se-Kabupaten Pandeglang. Seperti Kecamatan Panimbang, Cigeulis, Cimanggu, Sumur, Cibitung, Carita, Cikeusik, Pagelaran, dan Sukaresmi.

Risiko bencana tersebut meliputi tanah longsor, gempa bumi, banjir, sampai bencana tsunami. “Destana ini sangat penting, karena masyarakat harus dipersiapkan dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Oleh karena itu, BNPB meminta agar desa dapat mengalokasikan anggaran yang bersumber dari dana desa (DD) untuk meningkatkan kapasitas desa dengan melakukan serangkaian prosedur mitigasi kebencanaan, seperti yang tertuang dalam Permendes nomor 16 tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here