Senin, 17 Desember 2018

Desa Belum Selesaikan Laporan, ADD di Kab.Serang Belum Cair

SERANG, (KB).- Alokasi dana desa (ADD) untuk 326 desa di Kabupaten Serang belum dapat dicairkan. Hal tersebut, karena desa belum menyelesaikan laporan pertangungjawaban penggunaan dana desa 2017. Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto mengatakan, hingga saat ini ADD untuk 326 desa belum dikucurkan. Hal tersebut, karena saat ini DPMD masih menunggu laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa 2017.

“ADD 2018 belum (cair), mereka sekarang sedang proses pelaporannya,” katanya. Namun sayang, dia tidak mengetahui secara pasti berapa persen progres penyelesaian laporan dana desa tersebut. Ia menuturkan, beberapa desa ADD 2017-nya juga masih ada yang mengendap di rekening kabupaten. “Itu namanya sisa dana, itu uang ada di rekening kabupaten dan belum dikirim ke desa, namanya sisa dana di kabupaten,” ucapnya, Ahad (11/2/2018).

Sisa dana tersebut tidak bisa dicairkan, karena desa bersangkutan masih belum menyelesaikan tahapan sebelumnya. Sebab, bagaimana juga, anggaran yang mengendap tersebut tetap tidak bisa digunakan sampai selesai tahapan sebelumnya. “Uang mengendap itu enggak boleh digimana-gimanain,” ujarnya.

Ia mengatakan, anggaran dana desa tahun ini seharusnya sudah bisa dicairkan. Asalkan semua laporan pertanggungjawaban sudah diselesaikan oleh desa yang bersangkutan. “Belum bisa cair (jika laporan belum selesai). Dikasih waktu sampai mereka menyelesaikan. Seharusnya, sekarang bisa pencairan kalau sudah selesai itu ADD,” tuturnya.

Meski demikian, rencananya pada Ahad ketiga Ferbuari 2018 dana desa tersebut akan mulai dilakukan pencairan bagi desa yang APBDes-nya telah ditetapkan. “Itu sudah mulai dapat menerima transfer uang berbentuk ADD sebesar 35 persen,” katanya. Ia mengungkapkan, di 2018 ADD Kabupaten Serang juga mengalami penurunan sekitar Rp 30 miliar dibanding 2017. Hal tersebut dikarenakan adanya perubahan pola perhitungan pembagian keuangan yang diberlakukan pemerintah pusat. “Tahun lalu itu Rp 405 milyar, sekarang cuma sekitar Rp 378 miliar,” ujarnya.

Ia mengatakan, penurunan alokasi anggaran tersebut, dikarenakan adanya perubahan rumus. Dahulu rumus Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50, pengalokasian anggaran tersebut 90 persen untuk dibagi rata, 10 persen sisanya untuk penggunaan yang proporsional. Namun, untuk 2018 ini, rumus tersebut diubah, total anggaran yang dibagi rata berkurang menjadi 77 persen. Kemudian, 10 persen sisanya untuk proporsional. (DN)***


Sekilas Info

Masjid Agung di Alun-alun Barat Kota Serang, DMI: Benahi Sarana Ibadah yang Ada

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang disarankan, agar membenahi dan mengembangkan sarana ibadah di Alun-alun Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *