Dermaga 7 Pelabuhan Merak Segera Beroperasi

Pembangunan Dermaga 7 Pelabuhan Merak Banten.*

CILEGON, (KB).- Dermaga 7 Pelabuhan Penyeberangan Merak segera beroperasi. PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak, selaku pengelola Pelabuhan Penyeberangan Merak berencana mengoperasikan Dermaga 7 menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

“Dermaga yang masih dalam tahap pembangunan ini, akan dijadikan dermaga darurat jika terjadi kemacetan panjang,” kata General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Fahmi Alweni, Jumat (7/12/2018).

Ia mengatakan, keputusan tersebut, diambil berdasarkan rapat koordinasi antara pihaknya dengan stakeholder lain.
Menurut dia, dermaga tersebut, pada dasarnya sudah bisa digunakan, meskipun masih dalam tahap pembangunan. “Langkah ini hanya untuk kondisi darurat, jika antrean kendaraan mengular dari kantong-kantong parkir pelabuhan,” ujarnya.

Selama ini, tutur dia, Dermaga 7 belum pernah dilakukan uji coba standar. Untuk itulah, pihaknya akan melakukan uji sandar kapal untuk memastikan kelaikan saat arus Natal dan Tahun Baru nanti. “Dermaga 7 memang baru 98 persen, tapi akan kami uji coba untuk sandar kapal. Setelah arus Natal dan Tahun Baru selesai, akan ditutup kembali dalam rangka penyelesaian akhir,” ucapnya.

Ia menuturkan, mengantisipasi penumpukan pengguna jasa penyeberangan, pihaknya juga akan menambah loket pembelian tiket. Masing-masing loket penjualan baik untuk tiket pejalan kaki maupun kendaraan, sebanyak 17 loket. “Di hari biasa, loket pejalan kaki kan enam unit. Tapi, di hari libur nanti menjadi 17 loket. Begitu juga loket kendaraan berbagai jenis, biasanya empat loket menjadi 17 loket,” katanya.

Ia berharap, arus Natal dan Tahun Baru berjalan lancar, tanpa adanya penumpukan kendaraan. “Kami sudah koordinasi dengan Polda Banten, KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan), serta BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPTD Wilayah VIII Banten, Nurhadi memprediksi lonjakan penumpang saat arus Natal dan Tahun Baru terjadi pada malam hari. Di mana puncak arus kendaraan menuju Sumatera diperkirakan pada Jumat (21/12/2018) malam hingga Sabtu (22/12/2018) dini hari dan Jumat (28/12/2018) malam serta Sabtu (29/12/2018) dini hari.

“Tahun lalu puncaknya 12.000 kendaraan per hari. Kami perkirakan tahun ini hampir sama jumlahnya. Tetapi, pada Jumat malam sekitar jam 23.00 WIB akan mencapai 9.000 kendaraan, penumpukan jadi saat malam hari,” ucapnya.

Para pemudik ke Sumatera, tutur dia, akan menyeberang pada malam hari. Sebab, banyak alasan seperti keamanan di jalanan di Sumatera yang membuat penyeberangan malam hari sangat tinggi. Sampai Bakauheni pagi, jadi saat jalan darat aman. Hal tersebut biasanya yang menjadi alasan pemudik melakukan penyeberangan malam hari.

Ia mengatakan, saat libur Natal dan Tahun Baru, operasional kapal baru akan ditambah saat antrean kendaraan terjadi. Saat ini, per hari dioperasikan sekitar 24 sampai 25 kapal. Saat terjadi kepadatan bisa sampai 32 kapal per hari. Ia memprediksi, libur Natal dan Tahun Baru kali ini akan berjalan lancar. Sebab, saat puncak arus mudik tersebut, truk juga dilarang melintas. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here