Demo tak Pengaruhi Aktivitas TPI Binuangeun

UNJUK rasa yang dilakukan nelayan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Mandiri dan Nelayan (FKMMN) tidak berpengaruh terhadap aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Para nelayan tetap melakukan lelang ikan tangkapannya yang dikelola oleh pihak Koperasi Mina Sejahtera (KMS).

Ketua KMS, Wading Riana dihubungi Kabar Banten beberapa hari lalu mengatakan, aktivitas lelang ikan di TPI Binuangeun yang dikelola pihaknya tetap berjalan. Dan hingga sekarang (Selasa) tidak ada masyarakat yang menyampaikan keberatan atas kesepakatan sesuai berita acara musyawarah antara pengelola kegiatan pelelangan di TPI Binuangeun Desa Muara Kecamatan Wanasalam dengan para juragan dan nelayan. ”Alhamdulillah tetap berjalan seperti biasa kang, masyarakat khususnya nelayan tidak ada yang menyampaikan keberatan secara langsung. Bahkan hingga hari ini (kemarin),” ujarnya.

Ketika ditanya soal adanya tudingan dari nelayan yang tergabung dalam FKMNN pekan kemarin yang menuding adanya pungli, Wading menjelaskan, sesuai hasil musyawarah pengelola kegiatan pelelangan di TPI Binuangeun pada Februari 2017 lalu telah disepakati bahwa dalam hal penggunaan jasa pelelangan ikan maka para juragan dan nelayan siap dan bersedia untuk melakukan iuran sebesar 5 persen dari jumlah raman (nilai penjualan) dengan beberapa poin peruntukan. ”Jangan salah persepsi ka, yang dibuat kesepakatan antara pengelola dan juragan, nelayan itu bukan 8 persen tapi 5 persen. Yang 3 persennya kami menjalankan mandat perda no 8 tahun 2010 dan itu dibebankan kepada pemenang lelang atau bakul,” katanya menjelaskan.

Adapun sisanya, lanjut Wading, diperuntukkan untuk dana saving (tabungan) nelayan, dana paceklik, dana sosial dan dana biaya operasional (BO). ”Bisa kita lihat, aktivitas pelelangan ikan di TPI Binuangeun sekarang ini tetap berjalan normal. Hal itu karena para nelayan tidak ada yang keberatan atas kesepakatan yang telah dibuat melalui musyawarah,” ucapnya.

Sementara itu dalam kunjungan kerjanya di wilayah Lebak Selatan, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyatakan, saksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah massa mengatasnamakan FKMMN di Pendopo Pemkab Lebak beberapa waktu lalu, diduga karena persaingan usaha yang terjadi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun. ”Peserta demonya ada yang bukan dari masyarakat nelayan Binuangeun asli, melainkan dari luar Binuangeun. Ada dari Padarincang, Bogor dan kita sudah tangkap informasi itu,” ujar Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Dikatakan Iti, sebelum jadi Bupati Lebak dirinya sudah cukup lama malang melintang di dunia aktivis pergerakan. Sehingga ketika ada pergerakan yang dilakukan masyarakat, dirinya terlebih dahulu menganalisa isu atau persoalan yang diangkat oleh pendemo. Dan demo yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan nelayan Binuangeun itu ada indikasi dilatarbelakangi persaingan usaha di TPI. (Dini Hidayat/KB)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here