Senin, 21 Mei 2018

Demo Kritik Jokowi-JK Ricuh

SERANG, (KB).- Aksi mahasiswa dari aliansi nasional pemuda mahasiswa mengkritisi kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kalla di depan Kampus UIN SMH Banten, Jalan Jenderal Soedirman, Ciceri, Kota Serang, Jumat (20/10/2017) berujung ricuh.

Pantauan Kabar Banten di lapangan, aksi tersebut dimulai puluhan mahasiswa sekitar pukul 16.00. Pada awalnya aksi berlangsung damai. Beberapa perwakilan secara bergantian menyampaikan orasi kritik terhadap kepemimpinan Jokowi-JK. Aksi juga sempat diisi oleh teatrikal mahasiswa.

Pada jam berikutnya sekitar pukul 17.45 aksi mulai tegang. Puluhan mahasiswa yang awalnya berdiri di samping jalan mulai merangsek secara bersamaan ke tengah jalan. Belum lama berada di tengah jalan, puluhan polisi yang mengamankan datang dan memukul mundur peserta aksi.

Sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara anggota polisi dengan peserta aksi. Kedua belah pihak secara kuat saling mendorong. Saat itu pula ada beberapa mahasiswa yang diamankan. Tidak berlangsung lama, polisi berhasil mendorong masuk hingga masuk ke kampus UIN SMH Banten.

Tidak berhenti disitu, saat berada di dalam kampus, beberapa peserta aksi sempat mencoba keluar kembali seperti tidak terima aksinya dipukul mundur. Di dalam kampus juga mahasiswa menyuarakan yel-yel untuk membakar semangat.

Ketegangan mulai redam, namun mahasiswa tetap meneruskan aksinya. Beberapa perwakilan mereka kembali menyampaikan orasi. Mahasiswa mulai membubarkan diri pada 18.50. Seorang mahasiswa yang semula diamankan dibawa ke kantor polisi.

Seorang peserta aksi, Sobirin mengatakan, aksi dilakukan untuk mengkritik 3 tahun usia kepemimpinan Jokowi-JK. Sejak dilantik, menurutnya, Jokowi-JK belum mampu merealisasikan janji kampanye.
“Harapan-harapan yang diberikan oleh rezim semasa kampanye nyatanya tidak terbukti,” katanya.

Indikatornya yaitu keduanya belum mampu menjadikan Indonesia berdaulat, yang terjadi malah banyak aset sumber daya trategis dikuasai oleh korporasi global yang memonopoli. Bukti nyatanya, sebanyak 85 persen sumber daya pertambangan dan 60 persen perkebunan dikuasai modal asing.

“Tanah 93 persen dikuasai oleh korporasi dan migas dikuasai sebesar 88 persen dikuasai korporasi global. Dan ditambah meningkatnya dua kali lipat utang luar negeri di era Jokowi-JK ini menandakan rezim Jokowi-JK tidak lain hanya perkepanjangtanganan dari kapital global,” tuturnya.

Program pembangunan infrastrukur yang gencar dilakukan juga tidak berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. “Secara terang pembangunan infrastuktur ialah sebagai penunjang kepentingan korporasi yang terus meningkatkan eksploitasinya di Indonesa, bukan untuk kebutuhan rakyat,” katanya.

Begitupun dengan pendidikan, kata dia, saat ini pendidikan digiring dalam kondisi liberalisasi pendidikan melalui otonomi kampus dan mekanisme UKT/BKT. Sejatinya itu menjadi bagian negara dalam memperkecil peran dalam memenuhi hak berpendidikan pemuda. “Kondisi itu menimbulkan reaksi perlawanan dari rakyat ulah dari kebijakan rezim dan watak keberpihakan rezim semakin jelas yang anti rakyat,” ujarnya. (SN)***


Sekilas Info

Istilah Banten Lama Kecilkan Sejarah

SERANG, (KB).- Ketua Umum Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten, H Tubagus Abbas Wasse menginginkan semua pihak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *