Demo di Depan Kantor Kecamatan, Pemuda Baros Desak Penanganan Banjir

SERANG, (KB).- Puluhan pemuda-pemudi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Baros berunjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Kamis (3/1/2019). Aksi tersebut, untuk mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, agar segera mengatasi banjir yang sering terjadi di Desa Baros dan Sukamanah, Kecamatan Baros.

Pantauan Kabar Banten, masa aksi datang sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka datang lengkap dengan atribut aksi dan tuntutan. Secara bergiliran mereka juga menyampaikan aspirasinya. Demo yang mendapat pengawalan dari Polsek, Koramil Baros, dan Satpol PP tersebut, berjalan dengan tertib.

Koordinator Lapangan Aksi, Agung Setiabudi menuturkan, tuntutan aksi kali ini, agar Pemkab Serang bisa menormalisasi Sungai Cipareang. Pemuda Baros juga sudah pernah mencoba berkomunikasi dan konsolidasi, bahkan sudah memberikan proposal, tetapi tidak ada tindak lanjut. “Tidak ada solusi konkret untuk mengatasi banjir tersebut dari Pemkab Serang,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, banjir di wilayahnya sering terjadi setiap tahun. Namun, dia menyayangkan sampai saat ini belum ada penanganan atau solusi konkret untuk mengatasi banjir tersebut. “Setiap musim hujan selalu banjir,” ujarnya.

Ia mengatakan, sudah pernah juga melakukan audiensi pada Maret 2018 dengan Pemkab Serang. Mereka meminta, agar dilakukan rehabilitasi. Namun, sampai saat ini belum juga dilaksanakan. “Tahun 2018 Maret, kami juga sudah audiensi ke DPUPR Kabupaten Serang. Saat itu, juga statement DPUPR ingin mencoba merehabilitasi, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda ingin direhabilitasi,” ucapnya.

Namun, jika tuntutan kali ini tidak juga dipenuhi, dia mengancam akan memblokade jalan utama dan melakukan aksi besar-besaran di Kecamatan Baros.

Segera cari solusi

Massa aksi tersebut, sempat beraudiensi bersama Muspika Baros dan Asda II Pemkab Serang. Pada kesempatan tersebut, Asda II Pemkab Serang, Adjat Gunawan menuturkan, banjir di wilayah Baros memang sudah memprihatinkan. Bahkan, kondisi tersebut sangat menggangu lalu lintas, perekonomian hingga kenyamanan masyarakat. “Itu sudah tugas pokok kami menyelesaikan,” tuturnya dalam audiensi.

Namun, kata dia, masalah banjir memang sangat kompleks. Oleh karena itu, tidak bisa cepat untuk mengambil keputusannya. “Makanya, saya ajak beberapa SKPD (OPD) ke sini,” ujarnya.

Ia menuturkan, kedatangannya ke Baros sebenarnya bukan untuk menerima audiensi. Sebab, pada hari itu memang diagendakan untuk rapat membahas banjir. Namun, dengan adanya masyarakat aliansi yang berunjuk rasa, hal tersebut melengkapi potret permasalahan di sana.

“Kami akan potret dulu, dari sini nanti kami terima masukan kondisi di lapangan seperti apa, sehingga kami bisa ambil langkah. Kalau ada di bawah kewenangan instansi lain kami akan koordinasikan,” ucapnya.

Kepala Desa Sukamanah, Muhtadi mengatakan, sebagai putra daerah sangat paham dengan kronologis banjir tersebut. “Debit air di Cipareang sangat besar, karena mengalir dari beberapa anak sungai. Tapi, berjalannya waktu air meluap dan mengganggu aktivitas masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, akibat banjir tersebut, bukan hanya masyarakat Baros yang dirugikan. Tetapi, masyarakat Serang dan Pandeglang juga. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here