Jumat, 20 Juli 2018

Demi Landmark, Perkim Cilegon Rogoh Rp 96 Juta

DINAS Pertamanan dan Permukiman (Perkim) Cilegon terpaksa harus mengeluarkan anggaran Rp 96 juta untuk perbaikan landmark. Ini karena ikon Kota Cilegon tersebut sedang mengalami kerusakan, khususnya pada bagian penerangan. Kepala Dinas Perkim Kota Cilegon, Azis Setia Ade Putra mengatakan, ada sejumlah komponen kelistrikan di landmark yang mengalami kerusakan. Pihaknya akan segera memperbaiki komponen-komponen yang alami kerusakan.

“Biasanya setiap malam ikon kota yang dibangun sejak 2015 lalu tersebut, nampak lebih berwarna setiap malam hari. Namun, sejak beberapa bulan lalu, akibat sistem pencahayaan rusak, ikon yang menjadi simbol kota baja itu nampak gelap dan dinilai kurang indah pada malam hari,” katanya.

Menurut dia, saat ini, pemeliharaan landmark sudah berada di bawah tanggung jawab Dinas Perkim. Anggaran untuk 2018 sebanyak Rp 96 juta. Menurut dia, Dinas Perkim akan melakukan perbaikan komponen-komponen yang mengalami rusak tersebut menggunakan anggaran pemeliharaan yang ada. “Saya rasa anggaran itu cukup, sepertinya tidak akan habis semua, kan anggaran itu untuk satu tahun,” ujarnya.

Selain pada pencahayaan, sementara ini yang diketahui olehnya, komponen landmark yang mengalami kerusakan, adalah tanaman hias, warna yang mulai memudar, dan jaringan kabel. Kemungkinan, menurut dia, ada komponen lain yang mengalami kerusakan, karena itu sebelum proses perbaikan dilakukan, ucap dia, sudah meminta kepada pegawai yang bertanggung jawab di bidang tersebut untuk menyusun rencana anggaran biaya (RAB) perbaikan landmark.

Dalam penyusunan RAB, pegawai akan secara rinci melihat komponen apa saja yang perlu diperbaiki atau diganti, sehingga landmark tersebut kembali terlihat indah baik siang atau malam hari. “Kemungkinan RAB selesai dalam waktu dua minggu. Untuk perbaikannya kemungkinan membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan,” tuturnya.

Terkait keindahan landmark, menurut dia, perlu peran serta bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga hal tersebut. Menurut dia, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, agar salah satu kebanggaan Kota Cilegon tersebut, bisa terus terjaga dan terpelihara.

Rencananya, Pemkot Cilegon akan menempatkan sejumlah petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menjaga landmark tersebut, dari tangan jail oknum-oknum tertentu. Rencananya penempatan petugas Satpol PP tidak hanya di landmark, tetapi juga Alun-alun Kota Cilegon dan taman anak. “Cuma kami belum tahu, kapan tuh mulai dijaganya,” katanya.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Arsitektur Kota, Edhi Hendarto menuturkan, Dinas Perkim perlu memeriksa secara detail, karena ada sejumlah kabel putus dan penempatan panel. “Karena, waktu oleh pihak ketiga kan yang penting nyala dulu saja,” ujarnya. Ia memperkirakan, biaya yang diperlukan untuk memperbaiki landmark tersebut tidak besar. Namun, besaran kebutuhan biaya untuk memperbaiki tugu yang ada tidak jauh dari Puspemkot Cilegon tersebut, dia belum bisa menjelaskan.

Ia hanya mengatakan, selain memperbaiki atau mengganti komponen yang rusak, rencananya Dinas Perkim akan menambah ketinggian tralis yang mengelilingi tower landmark tersebut. Karena berdasarkan laporan, tralis yang ada masih bisa dipanjat oleh oknum seseorang dan menjadikan bagian atas landmark tersebut sebagai tempat tidur. (Sigit Angki Nugraha)*


Sekilas Info

MUI Cibeber Keluhkan Tempat Hiburan Malam di JLS Kota Cilegon

CILEGON, (KB).-¬†Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cibeber mengeluhkan keberadaan tempat-tempat hiburan malam di sepanjang Jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *