Sabtu, 20 Oktober 2018

Dekranasda Lebak Promosikan Tenun Baduy di Jerman

KEBERADAAN Komunitas masyarakat adat Baduy yang tinggal di kaki Pegunungan Kendeng, sudah dikenal luas hingga mancanegara sejak ratusan tahun lalu. Gaya hidup masyarakat adat yang dikenal dengan kaum sejuta pantangan karena menolak segala bentuk modernitas, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selain kungkungan adat mewajibkan setiap warganya untuk menjaga dan mengedepankan kepentingan alam, masyarakat adat Baduy juga dikenal luas melalui busana khas yang dikenakan sehari-hari, termasuk beragam jenis tenun Baduy yang telah diwariskan secara turun temurun.

Untuk lebih mengenalkan seni budaya dan busana Baduy, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lebak menampilkan peragaan busana tenun Baduy di Pasar Hamburg Jerman yang selalu menjadi festival budaya Indonesia terbesar di Eropa dan dikunjungi puluhan ribu orang.

Melalui peragaan busana khas Baduy itu, para pengunjung disajikan berbagai macam motif tenun Baduy, kerajinan khas Indonesia dan kreasi seni tradisional lainnya serta seni kontemporer Nusantara yang digelar pada 6-9 Oktober 2018.

Ketua Dekranasda Kabupaten Lebak Muhamad Farid Dermawan menjelaskan, sebanyak 30 baju yang dirancang dari tenun Baduy akan ditampilkan pada fashion show Festival Budaya Pasar Hamburg Jerman dibagi dalam 3 bagian.

“Di hari pertama, Dekranasda Lebak mendapatkan kesempatan untuk menampilkan 10 baju tenun Baduy, dan di hari kedua (7/10/2018) kita akan menampilkan 20 baju tenun Baduy. Selain fashion show tenun Baduy, Dekranasda Lebak juga mendirikan stan hasil kerajinan khas Lebak seperti batik Lebak, beragam jenis makanan dan kerajinan tangan lainnya yang merupakan hasil olahan pengusaha kecil,” kata Farid Dermawan.

Menurut Farid, tenun Baduy memotivasi Dekranasda Lebak untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan ke mata dunia. Hal itu berdasarkan dari kunjungan wisatawan lokal maupun manca negara khususnya yang mengunjungi Baduy dan mengagumi motif serta perpaduan warna pada tenun Baduy yang sangat bagus dan indah.

”Tidak sedikit warga Indonesia yang rindu tanah air mengunjungi festival budaya yang bertajuk “Pasar Hamburg”, sepeti yang diungkapkan sejumlah warga Indonesia yang tinggal di Hamburg Messehalle, Hamburg, Jerman, yang menjadi salah satu festival budaya Indonesia tahunan terbesar di Eropa,” ujarnya.

Farid menambahkan, Pasar Hamburg yang diselenggarakan sebuah yayasan merupakan simbol pertukaran budaya Indonesia-Jerman, sekaligus sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya Indonesia serta sebagai tempat pertemuan segenap insan kreatif dunia.

Di setiap tahunnya, Pasar Hamburg sukses menggelar sejumlah acara seperti konser musik, tari, peragaan busana, bedah buku, dan diskusi sastra. Selain itu, pagelaran ini juga menampilkan pameran fotografi, seni rupa, seni musik, pemutaran film, dan seminar yang mengenalkan lebih jauh tentang Indonesia.

Dalam rangkaian acara, Pasar Hamburg selalu dikunjungi masyarakat lintas negara Eropa yang mencapai puluhan ribu pengunjung, dikarenakan Pasar Hamburg menjadi festival negeri ini yang dinantikan di kawasan negara-negara maju. (Nana Djumhana)*


Sekilas Info

BBM Non-Subsidi Naik, Harga Sembako Stabil

SERANG, (KB).- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi tidak berdampak pada harga sembako di pasaran. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *