Dekatkan Kampus dengan Warga Binaan, PLS Untirta dan Rutan Serang Teken MoU

Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Serang Aliandra Harahap bersama Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Dase Erwin Juansah menandatangani perjanjian kerja sama antara Rutan Kelas IIB Serang dengan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Untirta di Aula Rutan Serang, Selasa (10/3/2020).*

SERANG, (KB).- Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menjalin kerja sama dalam pendatanganan nota kesepahaman, dengan menandatangani Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang, di Aula Rutan Serang, Selasa (10/3/2020). Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendekatkan kampus dengan warga binaan.

Dekan FKIP Untirta Dase Erwin Juansah mengatakan, kerja sama tersebut salah satu pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, di dalamnya ada tiga poin yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat itu merupakan salah satu dari poin ketiga. Dengan adanya nota kesepahaman, pihaknya ingin melakukan pengabdian kepada masyarakat, kampus bukan menjadi menara gading.

Akan tetapi, terjun langsung ke masyarakat, mengabdikan diri apapun yang telah didapatkan di perkuliahan kemudian diterapakan di masyarakat.

”Salah satu butir Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat, Untirta sebagai lembaga negara harus ikut mencerdaskan anak bangsa. Dengan adanya nota kesepahaman tersebut menjadi momentum yang tidak hanya menjadi kampus yang jauh dengan masyarakat tetapi kampus harus peduli dengan masyarakat dan dekat dengan masyarakat,” kata Dase kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, mendekatkan diri dengan masyarakat salah satunya dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, di kampus juga ada mata kuliah Pendidikan Latihan Profesi (PLP). Setelah mahasiswa mendapatkan teori kemudian diimplementasikan di lapangan, dengan mempraktikkan langsung di masyarakat.

”Pendidikan luar sekolah memang mengabdikan diri di masyarakat, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), ketika ada tawaran untuk jalin kerja sama oleh rutan saya minta Kepala Jurusan Pendidikan Luar Sekolah untuk menindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Serang Aliandra Harahap mengatakan, hadirnya dekan dan mahasiswa Untirta memberikan harapan bagi warga binaan untuk belajar apa yang sudah mahasiswa dapatkan selama di perkuliahan dapat diterapkan bersama warga binaan.

”Rutan Serang berkapasitas 350 orang namun kelebihan kapasitas. Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat kalau memasuki rutan itu sesuatu yang menakutkan tapi kami ingin mengubah penjara sebagai sekolah yang memberikan harapan,” ucapnya.

Butuh laboratorium

Kepala Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Untirta Ila Rosmilawati mengatakan, kampus juga membutuhkan laboratorium tempat mahasiswa untuk belajar tidak hanya menyampaikan teori tetapi praktik langsung di lapangan. Salah satunya mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat di rutan.

”Mahasiswa yang akan mengajar di rutan tersebut mereka yang sudah semester 6, kemudian dilakukan seleksi dan dipilih sesuai dengan kemampuan. Kami berharap kegiatan itu juga bisa menjadi modal untuk berkontribusi pada PKBM kedepannya. Saya sebelum menerjunkan mahasiswa lebih dahulu memberikan pembekalan kepada mereka,” katanya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here