Debat Putaran Pertama Pilkada Kota Serang 2018, Paslon Siap Berantas Korupsi

SERANG, (KB).- Seluruh pasangan calon (Paslon) Pilkada Kota Serang berkomitmen akan membersihkan Kota Serang dari praktik korupsi. Hal tersebut mencuat dalam debat putaran pertama Pilkada Kota Serang yang dilaksanakan KPU Kota Serang di salah satu hotel di Kota Serang, Jumat (11/5/2018) malam.

Calon Wakil Wali Kota Serang nomor urut 3, Subadri Usuludin mengatakan, langkah yang akan ditempuh paslon nomor urut tiga dalam memberantas korupsi di Banten yaitu dengan menempatkan pejabat sesuai kompetensi yang ada. “Pertama memahami dan sepakat untuk memberantas korupsi,” katanya.

Selain itu, pemberantasan korupsi juga akan dilakukan dengan mereformasi birokrasi untuk menghindari praktik korupsi kolusi dan nepotisme. “Sama-sama membuat komitmen. Segala kegiatan yang ada mengawasi, sehingga pelaksanaannya bersih,” ujarnya.

Berbeda dengan paslon nomor 3, calon Wali Kota Serang nomor urut 2, Samsul Hidayat mengaku mempunyai rencana yang dinggap mampu menyelesaikan masalah korupsi di Kota Serang. Pertama, melakukan pendekatan agama kepada seluruh pegawai. “Pendekatan ini dasar untuk mengukur orang berbuat baik dan jahat,” ucapnya.

Kedua, membangun kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pencegahan dan penindakan. Ketiga, memberlakukan secara berkala LHKPN. “Kalau aset kekayaan pejabat diketahui bisa dicegah. Monitoring dan evaluasi rutin,” tuturnya.

Senada dengan Samsul hidayat, calon Wakil Wali Kota Serang nomor urut 2, Rohman menambahkan, korupsi dapat dicegah melalui e-budgeting. Keduanya juga akan memberantas kenaikan pangkat pejabat berdasarkan berapa jumlah yang sanggup diberikan, membersihkan setoran pembangunan dan tidak memakan uang rakyat dari cara yang tidak sah. “Masyarakat bisa mengontrol dengan transparansi,” katanya.

Sementara itu, calon Wali Kota Serang nomor urut 1, Vera Nurlaela mengatakan, tindakan korupsi akan mereka cegah dengan cara meningkatkan pengawasan, membina mental pejabat dan meningkatkan akuntabilitas. “Pembangunan yang transparan akan menjadi resep mujarab membangun pemerintah yang anti korupsi. Reformasi birokrasi, saling bekerja sama antar instansi pemerintah,” ujarnya.

Selain masalah korupsi, dalam debat kandidat ini juga paslon ditanya tentang bagaimana SKPD mana yang menjadi prioritas untuk mewujudkan ‘Kota Serang Madani’. Dalam jawabannya paslon nomor 1 dengan nomor urut 2 punya gagasan sama yaitu meningkatkan pendidikan di Kota Serang. Sementara, paslon 3 akan melaksanakan perencanaan.

Calon Wali Kota Serang Nomor urut 1, Vera Nurlaela mengatakan, selain pendidikan, kesehatan dan infrastruktur juga menjadi sarana untuk mewujudkan Kota Serang Madani. “Infrastrutur merupakan akses dapat terlayaninya masyarakat. Pendidikan dapat dipenuhi baik sarana dan prasarana, maupun pendidik itu sendiri,” ucapnya.

Calon Wali Kota Serang nomor urut 2, Rohman mengatakan, pendidikan di Kota Serang mempunyai masalah dimana kualitas pendidikan masih tidak sama. “Ada yang bagus dan ada yang tidak, karena harus ada pemerataan pembangunan dalam pendidikan baik pendidikan umum maupun agama,” tuturnya.

Sementara itu, calon Wali Kota Serang nomor urut 3, Syafrudin mengatakan, pelaksanaan pembangunan di Kota Serang harus dimulai dari perencanaan yang baik. Namun, perencanaan itu harus dipastikan berjalan dengan baik. “Jangan sampai perencanaan tidak terealisasi, sehingga mengakibatkan Kota Serang seperti ini,” katanya.

Dalam kesempatan debat itu, paslon ditanya tentang tema politik dan kebijakan publik. Setiap paslon banyak ditanya tentang gagasan seputar politik dan kebijakan publik. Debat dimoderatori oleh Akademisi UIN SMH Banten HS Suhaedi, Sebagai Panelis hadir Akademisi Untirta Ahmad Sihabudin, Asnawi Sarbini, Idi Dimiyati dan Ketua PCNU Kota Serang KH. Matin Syakowi. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here