DD Bisa Dialokasikan Tekan Stunting

PANDEGLANG, (KB).- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang Taufik Hidayat, mengingatkan kepada aparatur desa ikut merealisasikan program penanganan stunting, dengan pemberian nutrisi yang sudah dianggarkan dalam APBDes setiap tahunnya atau dana desa (DD).

“Setiap desa sudah menganggarkan di APBDes tiap tahun yaitu kurang lebih 150 ribu per bulan untuk kegiatan posyandu. Jadi jika ada desa yang tidak mencairkan anggaran tersebut laporkan ke saya,” kata Taufik, Jumat (9/8/2019).

Untuk itu, kata Taufik Hidayat, Kasi Kesra di desa seharusnya bisa mengontrol permasalahan stunting (gizi buruk) di wilayahnya sehingga ketika ada masalah luar biasa di desa bisa segera teratasi atau menjadi bahan laporan ke jenjang lebih atas.

“Jangan sampai Kasi Kesra tidak pernah turun ke bawah bahkan tidak tau masalah di desanya, ini kan aneh,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Pandeglang Irna Narulita mengakui, angka stunting di Pandeglang cukup tinggi. Tetapi, kata Irna, pemerintah bukan tidak bekerja dalam penurunan angka stunting.

“Kita terus berupaya, semua simpul harus dapat membantu untuk dapat menurunkan angka stunting di Pandeglang,” tuturnya.

Soalnya, kata Irna, dalam penyelesaian stunting memang tidak dapat secara instan. Namun, dirinya sangat serius untuk melakukan penurunan stunting dengan program terintegrasi dan kesinambungan.

“Upaya kita harus kita perkuat, kita sisir semuanya, bekerja secara masif dari tingkat desa melalui para kader, puskesmas dan kecamatan sehingga insya Allah di 2022 kita bebas stunting,” ujarnya.

Apalagi, kata Irna, permasalahan tersebut sangat serius karena sangat berkaitan dengan indeks prestasi manusia.

“Stunting dimulai dari seribu hari dimulai kehidupan, asupan gizi harus menjadi perhatian. Oleh sebab itu, dibuat tim koordinasi pencegahan stunting dari beberapa OPD terkait,” tuturnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here