DBPR Ajak BKM Transparan Kelola Dana Hibah

TANGERANG, (KB).- Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengajak Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) bersikap transparan dalam mengelola dana hibah.

Kepala DBPR Kota Tangsel Judianto mengatakan, BKM merupakan kelompok yang dipercaya untuk mengelola sanitasi, salah satunya instalasi pengelolaan air limbah. Karena saat ini, banyak pembuangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal.

“Karenanya, kami mengajak para BK, agar secara transparan dalam pengelolaannya, mulai dari perencanaannya pemanfaatan hingga pemeliharaannya. Karena ini menyangkut dana hibah jadi pengelolaannya diharapkan benar,” katanya, Jumat (15/11/2019).

Ia melanjutkan, infrastruktur IPAL komunal yang dibangun diharapkan dapat berfungsi secara maksimal. Program sanitasi termasuk program nasional, baik individu atau kelompok dalam upaya peningkatan kualitas kehidupan.

“Keberhasilan ini bergantung dari pembuatan hingga pemeliharaan sarana ini, sedangkan untuk bantuannya bervariatif, yakni di bawah Rp 100 juta untuk satu wilayah. Ya sekitar 500 rumah per satu IPAL,” ujarnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie memaparkan, kegiatan tersebut, bertujuan untuk memelihara dan memanfaatkan sarana sanitasi yang layak bagi kota berpenduduk padat ini.

“Di sini kami mengawasi sumber keuangan dari ISDB. Model pembangunan dan fungsi pemerintahan sebagai regulator dan inisiator dan keberhasilan model ini harus dilanjutkan untuk meningkatkan SDM terdiri atas tiap unsur BKM,” ucapnya.

Diketahui, program tersebut, merupakan program nasional untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di setiap kabupaten/kota dan meningkatkan target universal akses 100-0-100 pada 2019, yaitu 100 persen layanan terhadap akses air minum, nol persen bebas kawasan kumuh, dan 100 persen layanan terhadap akses sanitasi dasar.

Pemerintah Pusat bersama dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten atau Kota melaksanakan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana sanitasi yang layak berbasis masyarakat.

“Keberlangsungan sarana dan prasarana IPAL domestik skala komunal permukiman melalui program sanimas ini akan sangat bergantung pada peran dari kelompok pemanfaat dan pemeliharan pada setiap titik lokasi sarana dan prasarana. Di mana kelompok ini bertanggung jawab atas pengoperasian dan pemeliharaan baik sistem bangunan maupun pelayanan,” tuturnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here