Daya Saing Ekonomi Banten Tinggi

KEPALA kantor perwakilan Bank Indonesia Banten, Rahmat Hernowo bersama pimpinan perbankan beserta pejabat daerah berfoto bersama usai acara pertemuan tahunan di Aula Surosowan Lantai 4, Gedung BI Banten, Kota Serang, Senin (10/12/2018).*

SERANG, (KB).- Secara geografis, Banten berada di lokasi yang strategis. Dengan basis industri yang besar serta kesiapan infrastruktur konektivitas dan energi yang baik, menjadikan Banten sebagai salah satu provinsi yang memiliki daya saing perekonomian yang tinggi.

Selain itu, Banten memiliki luas wilayah kawasan industri yang cukup besar yakni hampir 1 persen dari luas wilayahnya. Hal itu menjadi yang terbesar kedua secara nasional. Apalagi, ekonomi Banten tahun 2018 tumbuh sangat baik, dengan pertumbuhan hingga triwulan III mencapai 5,76 persen.

Dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 5,89 persen (yoy), perekonomian di Banten lebih tinggi dibandingkan kondisi Nasional. Perbaikan kinerja ekspor serta masih tingginya level konsumsi masyarakat sepanjang tahun, menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Banten di tahun 2018.

Bahkan, tingkat kestabilan harga di Provinsi Banten hingga bulan November juga terpantau baik pada kisaran inflasi sebesar 2,8 persen (ytd). Kondisi itu diperkirakan akan bergerak dalam range target sebesar 3,5 ± 1 persen pada akhir tahun 2018.

“Kelancaran pasokan komoditas bahan makanan sepanjang tahun serta sinergi antar instansi dalam pelaksanaan program utama TPID yang semakin baik menjadi kunci sukses pengendalian harga di Provinsi Banten tahun 2018,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Banten, Rahmat Hernowo, dalam pertemuan tahunan, di Aula Surosowan Lantai 4, Gedung BI Banten Jl. Raya Serang-Pandeglang, KM 7 Sukajaya, Curug, Kota Serang, Senin (10/12/2018).

Dia mengatakan, stabilitas sistem keuangan Provinsi Banten terpantau terjaga di level yang baik. Tingkat pertumbuhan indikator makro perbankan Banten, kata dia, berada di atas pertumbuhan nasional, dengan level risiko yang berada di bawah nilai indikatifnya.

Dia mengatakan, 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan. “Kita berada di tengah tantangan untuk mendorong momentum perekonomian nasional, ekonomi global, dan bergerak penuh dengan ketidakpastian,” ujarnya pada acara pertemuan tahunan bertema “Sinergi Untuk Ketahanan dan Pertumbuhan”.

Rahmat Hernowo juga menjelaskan, ada tiga hal yang perlu dicermati dalam hal tersebut. Yang pertama, pertumbuhan ekonomi dunia yang cukup tinggi pada tahun 2018 ini, dan diperkirakan akan melandai pada tahun 2019. “Dalam mendorong peningkatan ketahanan ekonomi nasional, Provinsi Banten memiliki potensi dalam perbaikan transaksi berjalan di tahun mendatang,” ucapnya.

Ekonomi global

Dalam kesempatan itu, Rahmat Hernowo juga memaparkan tantangan serta arahan untuk menghadapi tahun 2019. Seperti ekonomi global, ekonomi domestik, hingga tantangan perekonomian kedepan, arah strategis Bank Indonesia, kebijakan moneter untuk stabilitas, kebijakan makropridensial akomodatif untuk pembiayaan ekonomi, kebijakan sistem pembayaran untuk elektronifikasi dan ekonomi digital.

“Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menurun. Sedangkan di Uni Eropa dan Tiongkok akan melandai. Sementara itu, tekanan inflasi mulai tinggi di AS dan akan meningkat di sejumlah negara lain, termasuk Indonesia,” katanya.

Kedua, kenaikan suku bunga bank central AS the Fed akan diikuti oleh normalisasi kebijakan moneter di Uni Eropa dan sejumlah negara maju lainnya. “Setelah kenaikan tiga kali sebesar 75 bps, the Fed kemungkinan akan menaikkan lagi di Desember 2018 dan tiga kali di tahun 2019,” ucapnya.

Ketiga, ketidakpastian di pasar keuangan global mendorong tingginya premi risiko investasi ke negara Emerging Market. Ketidakpastian semakin tinggi dengan munculnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan sejumlah negara lain khususnya Tiongkok. “Itu juga bisa mengakibatkan terjadinya krisis ekonomi di Argentina dan Turki, serta sejumlah risiko geopolitik,” kata Rahmat Hernowo.

Namun di tengah ekonomi global yang tidak kondusif, kinerja dan prospek ekonomi di Indonesia cukup baik. Stabilitas pertumbuhan ekonomi pun terjaga, momentum pertumbuhan tetap berlanjut. Dengan ditopang kuatnya permintaan domestik baik konsumsi maupun investasi pertumbuhan yang baik, juga tercatat di sejumlah wilayah NKRI. Hal tersebut tentu akan membuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan meningkat di tahun 2019.

Seperti inflasi yang rendah, sekitar 3,2 persen pada tahun 2018 akan tetap terkendali sesuai sasaran di angka 3,5±1 persen di tahun 2019, dan bisa mendukung daya beli masyarakat. Meski mendapat tekanan depresiasi, nilai tukar rupiah relatif terjaga di tahun 2018. “Dan pada tahun 2019, rupiah akan bergerak lebih stabil sesuai mekanisme pasar,” kata Rahmat Hernowo.

Selain itu, stabilitas rupiah yang ditopang oleh penurunan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih aman. “Stabilitas sistem keuangan terjaga. Kenaikan pertumbuhan kredit perbankan akan berlanjut di tahun 2019 dengan likuiditas yang cukup. Pembiayaan dari pasar modal juga akan meningkat,” tutur Rahmat Hernowo.

Beri penghargaan

Tidak sampai disitu, acara dilanjutkan dengan memberikan penghargaan kepada sejumlah instansi yang telah turut andil dalam pertumbuhan ekonomi di Banten. Penghargaan tersebut diraih oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, dengan kategori – Dinas/OPD Pemerintah Provinsi Paling Berinisiatif Dalam Pengendalian Inflasi Tahun 2018.

Kemudian, Biro Bina Perekonomian Setda Provinsi Banten, dengan kategori – Dinas/OPD Pemerintah Provinsi Paling Kooperatif Dalam Pengendalian Inflasi Tahun 2018. Selanjutnya, ada TPID Kabupaten Lebak, dengan kategori – Dinas/OPD Pemerintah Daerah di Banten Paling Berinisiatif Dalam Pengendalian Inflasi Tahun 2018.

TPID Kota Tangerang dengan Kategori – Dinas/OPD Pemerintah Daerah di Banten Paling Kooperatif Dalam Pengendalian Inflasi Tahun 2018. Disusul oleh Dishub Kabupaten Lebak, dengan kategori – Dinas/OPD Pemerintah Daerah di Banten Paling Kooperatif Dalam Program Elektronifikasi Tahun 2018.

Berikutnya, Dinsos Kota Tangerang, dengan kategori – Dinas/OPD Pemerintah Daerah di Banten Paling Kooperatif Dalam Program Bansos Tahun 2018. Sedangkan PT Niaga Mas Valasindo, dengan Kategori – Penyelenggara KUPVA BB Terbaik Tahun 2018. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Rahmat Hernowo sekaligus menutup acara. Hadir para pejabat Pemerintahan Provinsi Banten, pimpinan perbankan, lembaga keuangan, para akademisi, pengamat ekonomi, serta pimpinan media di Banten. (Rizki Putri/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here