Data PBI BPJS Kesehatan Kota Serang Kacau, Syafrudin Soroti Kinerja OPD Terkait

SERANG, (KB).- Wali Kota Serang Syafrudin angkat bicara terkait adanya kesalahan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Kota Serang. Atas permasalahan tersebut, dia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan pendataan secara benar.

“Saya sih berharap, OPD teknis bisa mendata yang benar, jangan sampai seperti itu. Orang kaya jadi miskin, orang miskin jadi kaya,” katanya, Ahad (8/12/2019).

Menurut dia, untuk penerima manfaat PBI tahun 2020, dia akan langsung memberikan saran kepada OPD teknis terkait, agar melakukan pendataan secara benar, sehingga dapat dipastikan PBI BPJS bisa tepat sasaran.

“Nah itu (2020) nanti akan saya sarankan untuk melakukan pendataan secara benar,” ucapnya.

Terkait keluhan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang yang menyatakan kendala minimnya jumlah relawan, dia menyerahkan kepada OPD, karena itu menyangkut masalah teknis.

“Saya belum tahu, itu kan OPD teknis, jadi saya belum jelas sampai kesana,” ujarnya.

Baca Juga : Data PBI BPJS Kesehatan Kota Serang Kacau, Anak & Keluarga Dewan Tercantum

Diberitakan sebelumnya, Komisi II DPRD Kota Serang melakukan pemanggilan terhadap Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, dan BPJS Cabang Serang. Hal tersebut, imbas dari carut marutnya data penerima manfaat Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS.

Pada data PBI yang diperoleh, Komisi II dikagetkan dengan tercantumnya nama anak dari beberapa anggota dewan yang tercatat sebagai penerima PBI BPJS. Bahkan, ada banyak keluarga anggota dewan yang tercatat sebagai penerima PBI BPJS. Padahal, seharusnya PBI BPJS dikhususkan bagi warga kurang mampu.

“Fakta di lapangan, justru BPJS mendata orang-orang yang mampu, buktinya anak saya dan anggota DPRD lainnya. Saya menduga ada mafia data BPJS,” tutur Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Pujiyanto. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here