Daripada Nganggur Lebih Baik untuk SAUM

DARI pada menganggur lebih baik dimanfaatkan untuk Program Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM). Begitulah alasan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon menyampaikan surat permohonan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, untuk memanfaatkan dua unit mobil bus milik pemprov.

Menurut Kepala Dishub Kota Cilegon Andi Affandi, dua unit bus milik Pemprov Banten tersebut ukuran medium, spesifikasinya sama dengan Bus Trans Cilegon Mandiri. Ia menilai, bus tersebut sangat cocok untuk armada SAUM. Oleh karena itu, pihaknya berharap, Pemprov Banten menghibahkan ke Dishub Kota Cilegon. Jika tidak bisa dihibahkan, dipinjamkan juga tidak masalah.

Seperti diketahui, Dishub Kota Cilegon telah melayangkan surat permohonan ke Gubernur Banten Wahidin Halim (WH). Surat permohonan tersebut, telah melalui persetujuan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi.

Program SAUM Kota Cilegon hingga kini terkesan belum maksimal. Program yang telah melahirkan sarana umum jasa transportasi Bus Trans Cilegon Mandiri tersebut, belum bisa berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Bahkan, operasional Bus Trans Cilegon Mandiri membebani APBD 2019 Kota Cilegon. Di mana biaya operasional Bus Trans Cilegon Mandiri menghabiskan Rp 480 juta dana insentif daerah (DID).

Bus Trans Cilegon Mandiri belum bisa menarik retribusi atau masih gratis. Kepala Dishub Kota Cilegon Andi Affandi menuturkan, untuk mengelola layanan transportasi tersebut, pihaknya membutuhkan pembentukan lembaga baru yang fokus mengelola Bus Trans Cilegon Mandiri, yakni berbentuk Unit Pelayanan Terpadu (UPT) atau Badan Umum Milik Daerah (BUMD).

Ia menargetkan, jika kajian pembentukan UPT atau BUMD, akan diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan. Jika lembaga tersebut terbentuk, maka pihaknya telah bisa menarik ongkos penumpang dan memberikan retribusi terhadap PAD.

Kepala Seksi Pengembangan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dishub Kota Cilegon Pakalima Barutu mengatakan, spesifikasi bus milik Pemprov Banten sama dengan bus Trans Cilegon Mandiri yang sudah beroperasi. Kapasitas sama-sama 40 penumpang, dengan 20 penumpang duduk dan 20 penumpang berdiri. (Himawan Sutanto)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here