Rabu, 19 Desember 2018

Dari Museum Hingga Berburu Menu Puasa di Rangkasbitung

Suasana sejuk, nyaman dan ramai tampak menggambarkan potret warga sambil berjalan-jalan menyusuri Museum Multatuli di Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Tak heran menjelang matahari terbenam, banyak warga mengunjungi berbagai tempat untuk santai di Lebak.

Masyarakat berdatangan ke pusat wisata hanya untuk ngabuburit menunggu tiba waktunya berbuka puasa tiba. Seperti dikutip dispar.bantenprov.go.id, menyebutkan, beberapa warga datang ke alun-alun sekadar untuk bermain atau memburu menu takjil untuk berbuka. Aneka pangan khas Lebak seperti kue cucur, leumung, dan jejorong tersedia di sini.

Selain menyediakan aneka menu berbuka, di kawasan alun-alun biasanya digunakan untuk kegiatan sosial di kawasan alun-alun. Seperti baru-baru ini, Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) membuka ruang baca di kawasan Alun-alun Rangkasbitung. Sembari menunggu ngabuburit, Kumala menyiapkan 300 buku bacaan untuk anak-anak dan dewasa.

Menurut Ketua Kumala Pw Rangkasbitung, Maman Maulani, Kumala rutin menggelar ruang belajar di pelataran Alun-alun Rangkasbitung.

“Ini sebagai bukti kami Kumala peduli atas kurangnya kesadaran masyarakat dalam membaca buku. Untuk itu, di bulan puasa ini kami membuka lapak bacaan di Alun alun Rangkasbitung. Bagi masyarakat yang sedang menanti buka puasa dengan membaca buku,” kata Maman mahasiswa Lebak.

Jika Anda pecinta sejarah, Anda bisa mengunjungi Museum Multatuli yang terletak tidak jauh dari alun-alun. Di museum yang diresmikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya 11 Februari 2018 lalu, menyimpan koleksi seperti novel Max Havelaar edisi pertama yang masih berbahasa Prancis (1876), tegel bekas rumah Multatuli, litografi/lukisan wajah Multatuli, peta lama Lebak, arsip-arsip Multatuli, dan buku-buku lainnya.

Di sini, pengunjung dapat menikmati ruang audiovisual serta labirin yang sangat informatif. Melihat dan mendengarkan sejarah dengan peralatan modern, mulai layar LCD dan alat headset. (Endang Mulyana)*


Sekilas Info

Aura Madinah di Banten Lama

WAJAH baru kawasan Kesultanan Banten atau dikenal dengan sebutan Banten Lama, mulai terlihat pada penghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *