Kamis, 24 Mei 2018

Dari APBD 2018, Rp 17 M untuk 12.700 Rutilahu

SERANG,(KB).- Pemerintah Kabupaten Serang menganggarkan Rp 17 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 untuk menangani permasalahan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang jumlahnya masih mencapai 12.700 rumah yang tersebar di 29 kecamatan se-Kabupaten Serang.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, mengatakan, sampai saat ini jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Serang memang masih terhitung besar. Pada tahun 2017, pihaknya pun telah berupaya mengurangi jumlah tersebut. “2017 itu dari satker APBN kita dapat 750 rumah, dari provinsi 120, dari APBD, Baznas, infaq ASN, CSR Bjb ya Alhamdulillah agak banyak,” ujar Tatu kepada wartawan saat ditemui setelah menghadiri penyerahan rumah layak huni di Kampung Sukamanah, Desa Sukasari, Kecamatan Tunjung teja, Kamis (23/11/2017).

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara serius, pihaknya menganggarkan khusus untuk menangani rumah tidak layak huni di APBD 2018 sebesar Rp 17 miliar. Anggaran tersebut, diperbesar agar permasalahan rumah tidak layak huni bisa lebih cepat selesai. “Nanti dari Bjb, Baznas juga tetap, ASN tetap, terus kami berharap dari APBN, minimal sama dengan tahun ini,” katanya.

Terkait soal dana yang berasal dari iuran Korpri, Tatu mengatakan, uang tersebut jika memang sudah terkumpul di dinasnya maka di setor ke Baznas. Namun di bulan November ini, masih ada beberapa dinas yang belum menyetorkan. “Nanti baru Desember, kalau itu rutin mereka dapatnya berapa, karena kan itu sudah dikoordinasikan ke kejaksaan bahwa tidak boleh ada pemotongan, jadinya ya seikhlasnya di beberapa dinas ada kotak,” tuturnya.

Menurut dia, dana dari infaq dan shadaqoh ASN tersebut memang sangat membantu dalam masalah rutilahu. Terutama, untuk mengatasi masalah yang sifatnya darurat, semisal terkena bencana yang menyebabkan rumah tersebut roboh. Sedangkan dana dari Baznas, biasanya anggaran itu sudah ada peruntukannya yakni by name by address.

Soal jumlah data rutilahu yang sampai saat ini masih simpang siur, menurut Tatu, saat ini data tersebut sedang diverifikasi oleh Dinas Perkim dan juga Dinas Sosial secara bersama-sama dengan kepala desa. Tujuannya, agar jumlah data itu lebih jelas lagi dengan by name by address.

Hasil ZIS

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslich mengatakan, hasil zakat infaq dan shadaqah (ZIS) tahun 2017 ini terkumpul Rp 9,1 miliar. Sedangkan dana khusus untuk penyelesaian rutilahu zakat mal dari ASN, terkumpul Rp. 900 juta. Selain disalurkan untuk rutilahu, iuran itu juga digunakan untuk membantu korban puting beliung sebesar Rp. 140 juta dan saat ini tersisa Rp. 190 juta.
Untuk tahun 2017, pihaknya mengaku sudah membangun untuk 70 rumah. Dari jumlah itu, ada yang sudah selesai dibangun dan ada juga yang masih dalam tahap pengerjaan.

Menurut dia, pembangunan rumah tersebut disebarkan di 29 kecamatan se-Kabupaten Serang. Untuk 2 kecamatan yakni Padarincang dan Tunjung teja mendapatkan 20 rumah masing-masing, dengan demikian jumlahnya sudah 40 rumah. Sedangkan sisanya ada 27 kecamatan mendapatkan jatah 1 rumah, kecuali Gunung sari yang mendapatkan tambahan 2 rumah, dan Jawilan 1 rumah. “Jadi itu sudah 40 untuk Padarincang dan Tunjung teja, Gunung sari jadi 3 dan Jawilan 2 totalnya. Semuanya 70 rumah,” katanya.

Sedangkan untuk tahun 2018 mendatang, pihaknya menargetkan untuk membangun 78 rumah. “Rencananya setiap tahun kami bangun, nanti kami koordinasi dengan dinsos dan Bapeda,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Pemkab Serang beserta Baznas Kabupaten Serang meresmikan 20 rumah layak huni di Desa Sukasari, Kecamatan Tunjung teja. Rumah tersebut dibangun dengan menggunakan dana dari zakat mal yang dihimpun Baznas dari infaq Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Serang. (DN)***


Sekilas Info

Aktivitas Nelayan di Bulan Ramadan, Menantang Dahaga di Lautan

Ramadan memang bulan yang didalamnya penuh berkah. Berbagai cara dilakukan masyarakat, khususnya umat muslim dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *