Dana Pilkada Kota Tangsel 2020 Dikembalikan

TANGERANG, (KB).- Penyebaran virus corona atau Covid-19 yang kian masif telah membuat penyelenggaraan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Rabu (23/9/2020) mendatang tertunda.

Penundaan tersebut pun telah disepakati oleh KPU RI dan DPR RI saat pertemuannya bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (30/3/2020).

Namun dalam kesepakatan itu, dana pilkada serentak yang belum dipakai di masing-masing daerah akan direalokasi untuk penanganan Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kota Tangsel Bambang Dwitoro siap menjalankan keputusan itu. Artinya, anggaran sebesar Rp 68 miliar yang telah disepakati untuk Pilkada Tangsel ini, akan dikembalikan dan direalokasi.

“Ya, jadi sepanjang itu sudah ada keputusan resmi dari KPU RI, ya kita akan ikuti perintah,” ujar Bambang, Selasa (31/3/2020).

Bambang mengatakan, sementara ini dari anggaran sebesar Rp 68 miliar itu, KPU Tangsel baru mendapatkan dana sebesar Rp 6 miliar pada tahap pertama pencairan.

“Tahap pertama 2019 itu Rp 6 miliar. Selebihnya belum. Yang sudah di kita dan sudah kita kelola itu kurang lebih sekitar Rp 6 miliaran,” tuturnya.

Anggaran tersebut, diakui Bambang, sudah dipakai sebagian. Sebab, pihaknya pun telah melaksanakan beberapa tahapan Pilkada.

“Sebagian sudah digunakan untuk beberapa kali sosialisasi, dan penyelenggaraan-penyelenggaraan lain. Kita juga kan sudah juga menyelenggarakan tahapan syarat hubungan calon perseorangan,” ucap Bambang.

Meskipun calon perseorangan di Tangsel tidak ada namun setiap hari KPU buka layanan.

ā€¯Seminggu terakhir tahapan penyerahan kita hari terakhirnya buka sampai pukul 12 malam. Itu kan pasti punya konsekuensi-konsekuensi yang mengeluarkan biaya,” tuturnya.

Atas hal itu, maka Bambang pun masih menunggu mekanisme pengembalian dananya seperti apa.

“Ya kita masih tunggu, bagaimana misalkan nanti pengembalian gimana caranya. Yang dikembalikan kan itu Rp 6 miliar, seperti apa,” katanya.

Selain itu, lanjut Bambang, KPU Tangsel pun masih menunggu surat resmi dari KPU RI terkait keputusan atas penundaan pilkada ini.

“Jadi intinya secara resmi KPU Kota Tangsel masih menunggu surat resmi dari KPU RI. Apa saja yang perlu dilakukan oleh KPU di Kota Tangsel,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here