Dana Desa Diharapkan Dukung Bidang Kesehatan

SERANG, (KB).- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Sri Nurhayati berharap, keberadaan pos kesehatan desa (Poskesdes) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pembantu dapat mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya meminta, agar alokasi dana desa bisa juga disisihkan untuk membantu melengkapi sarana dan prasarana kesehatan di desa.

“Saat ini, memang sudah mulai banyak Poskesdes yang di-support oleh dana desa, sedangkan Poskesdes yang dibangun oleh Dinkes sampai saat ini ada 47, cuma sisanya ada yang dibangun oleh dana desa itu monggo, karena itu memang sarana desa, jadi kami harapkan dengan adanya dana desa itu salah satunya untuk bidang kesehatan,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (19/10/2018).

Ia menuturkan, bantuan dari alokasi dana desa tersebut, bisa untuk rehab atau membangun Poskesdes juga pustu atau bisa juga untuk memenuhi sarana Posyandu. “Support operasional Posyandu itu memang ada dari dana desanya. Jadi, Alhamdulillah dengan adanya itu mudah-mudahan lebih banyak nanti yang terakses di desa itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan Poskesdes tersebut, sangat membantu mendekatkan dan memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. “Jadi, kalau hanya ada di tingkat kecamatan saja manakala desa itu jauh kan kasihan. Untuk itu, kami sedapat mungkin mendekatkan akses dengan mereka terhadap kesehatan,” ucapnya.

Ia menuturkan, sampai saat ini, pihaknya memang masih terus berupaya meningkatkan akses layanan kesehatan. “Untuk meningkatkan itu kan kami ada tiga strategi utama, yaitu meningkat akses, mutu, dan daya kemampuan masyarakat, untuk ekonomi, agar bisa mengakses layanan kesehatan,” tuturnya.

Ia mengatakan, untuk meningkatkan akses secara fisik salah satunya dengan melakukan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas. Kemudian, juga memaksimalkan dan memperbaiki Poskesdes dan Pustu. “Jadi, prasarana di tingkat desa, kecamatan, baik secara jumlah atau kuantitasnya kami upayakan untuk ditingkatkan,” katanya.

Untuk fasilitas kesehatan yang sudah tidak memenuhi standar diupayakan, untuk relokasi, sedangkan untuk Pustu dan Poskesdes akan dilakukan rehab dan perbaikan sarana dan prasarana.

“Sarana alat kesehatannya dan lainnya termasuk SDM-nya. Kan SDM juga walau memang masalah SDM ini memang kronis, jadi kan secara keseluruhan kami masih bermasalah sekali terhadap SDM, kan itu mulai dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, serta spesialis, dan lainnya ada 27 jabatan fungsional itu semuanya masih kurang,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here