Dampak Tarif Golongan IX, Pelabuhan Merak Bisa Kehilangan Potensi

CILEGON, (KB).- Indonesia National Ferryowner Asociation (INFA) Merak menilai, tarif kendaraan truk golongan IX yang diberlakukan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry perlu segera dihilangkan. Sebab, hal tersebut berdampak pada hilangnya potensi penumpang pengguna jasa penyeberangan hingga 2.000 truk per hari.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) INFA Merak, Hasiyr Muhammad mengatakan, tarif truk golongan IX diduga menjadi penyebab berkurangnya konsumen di penyeberangan Merak-Bakauheni. “Para pengemudi truk memilih lintasan lain, karena tarif truk golongan IX di sini mungkin dinilai mahal. Itu hak mereka sebagai konsumen, kami tidak bisa menyalahkan mereka,” katanya, Kamis (18/1/2018).

Namun begitu, dia menilai, agar tarif truk yang telah berlaku untuk dikaji ulang. Bahkan, pihaknya berharap, tarif tersebut untuk dihilangkan. “Persoalan harga, harus segera perbaiki. Harapan kami, tarif tersebut dihapuskan, agar konsumen kembali lagi,” ujarnya. Ia menuturkan, saat ini di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni sudah jarang terlihat kendaraan besar khususnya golongan IX.

Pihaknya sudah menyampaikan usulan penghapusan tersebut ke beberapa pihak, seperti PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Kantor Syahbandar, dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten. “Kalau tarif golongan IX dihapuskan nanti kendaraan golongan IX tarifnya golongan VIII, kendaraan golongan VIII tarifnya menjadi tarif golongan VII, dan tarif truk golongan VII, jadi tarif truk golongan VI,” ucapnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Fahmi Alweni menuturkan, mengetahui keinginan sejumlah asosiasi pengusaha kapal di lintasan Merak-Bakauheni untuk melakukan penghapusan tarif bagi truk golongan IX. “Memang ada data kehilangan sekitar 2.000 truk dalam sehari. Konsumen kami ada yang berpindah menggunakan penyeberangan lain,” tuturnya.
Ia mengatakan, usulan tersebut seharusnya ditujukan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). (AH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here