Dampak Pandemi Covid-19, Sektor Industri Terpuruk

Kondisi sektor industri dinilai paling terpuruk selama pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Terutama bagi perusahaan atau industri yang berbasis ekspor impor karena kekurangan pasokan. Hal tersebut disampaikan Pengamat ekonomi yang juga Akademisi Untirta Hady Sudjipto.

Ia mengatakan, adanya pandemi Covid-19 ini tentunya berdampak pada beberapa sektor ekonomi di Indonesia. Salah satunya yakni di bidang perusahaan atau industri yang dinilai paling terpuruk khususnya yang berbasis impor karena kurangnya pasokan. Sebab saat ini terdapat kebijakan pemerintah yang melarang perusahaan untuk melakukan kegiatan ekspor impor sementara waktu.

“Perusahaan atau industri yang berbasis impor juga terpuruk karena kekurangan pasokan dan produksi. Soalnya ada beberapa kebijakan yang melarang untuk impor barang sementara waktu,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/4/2020).

Selain itu, adanya kebijakan Work Form Home (WFH) juga berdampak besar bagi perusahaan. Sebab jika harus melakukan pekerjaan dirumah, dinilai tidak begitu efisien. Beberapa sektor lain di antaranya pariwisata, transportasi seperti pesawat dan laut hingga pendidikan juga ikut merasakan dampaknya.

“Memang kebijakan WFH ini bagus, tetapi ini juga mempengaruhi. Sebab walaupun itu kerja di rumah, bisnis kalau dirumhkan jadi tidak efesein. Ini dampak yang dirasakan,” ujarnya.

Hady menjelaskan, satu sisi ada sektor lain yang memiliki peluang atau banyak dibutuhkan seperti sektor pertanian, karena kebutuhan pangan saat ini disaat impor terganggu sangat dibutuhkan. Sebelumnya semua kebutuhan masyarakat dilakukan dengan cara impor, saat ini semua berubah. Sehingga sektor pertanian di Indonesia bisa menjadi peluang masuk kesana. Petani herbal juga mendapatkan banyak peluang dan sektor-sektor ini justru mengalami peningkatan.

“Kemudian provider juga mendapatkan banyak peluang dengan adanya WFH ini banyak yang membutuhkan jaringan. Bahkan saya lihat saham Telkom dan Indosat naik,” tuturnya. 

Sebelumnya, Humas Himpunan Pengusaha Wilayah Serang Timur (Hipwis) Arif Mahdali mengatakan, adanya wabah virus corona yang terjadi di Indonesia memberikan dampak khususnya kepada para pengusaha. Salah satunya terjadi penurunan penjualan produk yang ada di sebagain perusahaan. Sebab saat ini pemerintah melakukan pembatasan baik untuk kunjungan tamu maupun pengiriman barang dari dalam dan luar negeri.

 “Rata-rata 50 persen menurun. Di perusahaan saya juga saat ini menurun 50 persenan. Kami kan produksi kardus atau covernya, seperti saat ini kan tidak ada lagi orang yang membeli mie, kulkas. Jadi penjualannya menurun,” ujar Arif kepada Kabar Banten, Senin (6/4/2020). (Tresna Mulyanawati)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here