Dampak Covid-19, Petani Khawatir Harga Gabah Anjlok

LEBAK, (KB).- Sejumlah petani di Kecamatan Malingping merasa khawatir pandemi Covid-19 berdampak pada anjloknya harga gabah di pasaran. Hal ini beralasan, karena di tengah pandemi Covid-19 daya beli masyarakat akan mengalami penurunan.

Salah seorang petani, Ahmad mengatakan, hasil jerih payahnya mengolah sawah sebentar lagi membuahkan hasil. Bahkan, beberapa petani sawah lainnya sudah ada yang memanen. Namun, dibalik kegembiraannya menyambut masa panen terbesit kekhawatiran akan harga gabah di wilayah Kecamatan Malingping.

”Kita bersyukur, masa tanam sekarang ini tidak dihadapkan pada gagal tanam maupun gagal panen. Hanya saja, setelah panen nanti harga gabah menguntungkan atau nggak,” ujarnya, Jumat (3/4/2020).

Hampir senada dikatakan petani lainnya, Engkos. Ia berharap, harga gabah disaat musim panen tiba tidak mengalami penurunan dan pemerintah bisa melakukan antisipasi. Pemerintah sebaiknya bisa menjamin stabilitas harga gabah agar di tengah pandemi Covid-19.

”Kami berharap pemerintah agar bisa menjaga agar harga gabah stabil. Karena, mayoritas petani biasanya menjual gabah di saat panen untuk menutupi utang bekas biaya pupuk dan perawatan selama musim tanam,” katanya.

Terpisah salah seorang tokoh muda Malingping, Yayat mengatakan, pemerintah diminta menjaga stabilitas harga gabah petani pada musim panen. Selain itu, pemerintah juga harus bisa membendung para tengkulak dari luar daerah yang setiap musim panen merangsek ke wilayah Lebak Selatan.

”Jika ke Badan urusan logistik (Bulog), Harga Pokok Penjualan (HPP) lebih rendah dari harga tengkulak dari luar daerah,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah daerah harus bisa mengawasi ketat pemasok e-Warung agar bersedia menyerap beras lokal.

”Saya kira, keberadaan e-Warung juga bisa dijadikan salah satu upaya untuk menjaga stabilitas harga jika pemasok tidak mengirimkan beras dari luar daerah disaat panen,” tuturnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here