Dalam Pembelajaran Etnomatematika, Guru Dituntut Berinovasi

Mahasiswa Magister Pendidikan Untirta mengikuti seminar riset dan pendidikan matematika, di Auditorium Untirta, Rabu (16/10/2019).*

SERANG, (KB).- Direktur Pascasarjana Magister Pendidikan Matematika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Suherman mengatakan, guru dituntut berinovasi dalam memberikan pembelajaran yang menggabungkan matematika dengan kebudayaan atau etnomatematika.

Dengan demikian, generasi muda mampu menyaring kebudayaan yang dapat merusak kepribadian bangsa, melalui pembelajaran etnomatematika.

“Kami ingin menyosialisasikan penguatan pendidikan karakter yang disosialisasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yakni karakter yang dikembangkan religius, nasionalis, mandiri dan gotong royong. Etnomatematika yang mengedepankan proses belajar kontekstual,” kata Hepsi usai memberikan materi seminar riset dan pendidikan matematika, Rabu (16/10/2019).

Ia mengatakan, etnomatematika perlu diintegrasikan dalam pembelajaran untuk memperbaiki proses belajar matematika. Indonesia punya budaya yang kaya dan bisa dihubungkan dengan matematika sehingga siswa tidak takut dan bosan belajar matematika.

“Pembelajaran etnomatematika bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan. Etnomatematika perlu adanya modifikasi antropologi budaya dengan prinsip etnografi dan produk akhirnya lebih menghasilkan perangkat pembelajaran,” tuturnya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here