Dalam dua Pekan, 18 Pengedar Narkoba Ditangkap Polresta Tangerang

TANGERANG, (KB).- Dalam kurung waktu dua minggu, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang membekuk 18 pelaku pengedar narkotika jenis sabu serta obat-obatan terlarang yang sering beraksi di wilayah Kabupaten Tangerang.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, belasan pelaku tersebut, merupakan hasil tangkapan jajaran Satres Narkoba pada periode 1 hingga 16 Februari 2020.

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku yang mayoritas bekerja sebagai buruh pabrik tersebut, diketahui juga bukan satu jaringan dan memang, biasa mengedarkan barang haram tersebut pada anak sekolah hingga pekerja.

“Sasaran para pelaku mengedarkan narkotika ini, adalah pelajar (anak sekolah) dan pekerja. Untuk wilayah edarannya lebih ke pelosok Tangerang,” katanya, Selasa (18/2/2020).

Biasanya, untuk melakukan transaksi, pelaku lebih memilih lokasi yang ramai, yakni rumah, parkiran, dan tempat keramaian lainnya. Pada sekali transaksi, para pengedar biasa menjual dengan harga Rp 2 juta dalam satu klip. Sementara, untuk obat-obatan dijual dengan harga Rp 10.000 dalam satu strip.

“Untuk sabu, nilai jualnya sama seperti nilai beli, hanya saja, takarannya mereka kurangi, harusnya satu gram, tapi jadi nol koma saja. Nah, kalau obat-obatan ini harganya Rp 10.000 satu strip dengan modus penjulannya melalui toko-toko kosmetik,” ucapnya.

Selain pengedar narkoba, petugas juga mengamankan satu tersangka penjual obat golongan G (keras) berkedok toko kosmetik di Mauk. Tramadol dan eximer, dua golongan obat keras tersebut, dijual tersangka kepada remaja dan pelajar di wilayah Mauk.

“Mereka berpura-pura membeli kosmetik, tapi yang dibeli malah tramadol dan eximer,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan polisi dari 18 pengedar tersebut, berupa belasan gram sabu, ganja dan ratusan butir tramadol dan eximer. Saat ini, tutur dia, kasus masih dalam tahap pengambangan, yakni dalam proses penyidikan.

Dari hasil tangkapan, polisi mengamankan barang bukti dengan total narkotika jenis sabu sebanyak 13,63 gram, daun ganja 2,26 gram, tramadol 127 butir, dan eximer 388 butir. Saat ini, polisi mengenakan pasal 114 dan 112 KUHPidana tentang penyalahgunaan narkoba serta Undang-Undang Kesehatan pasal 196 untuk penggunaan obat obatan yang dilarang.

“Yang mana, secara keseluruhan dikenakam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Dalam pengembangan kasus ini, kami akan kembangkan dari asal barang barang yang mereka edarkan,” katanya. (YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here