Senin, 25 Juni 2018
Sejumlah petugas BKP Kelas II Cilegon membakar daging sitaan di alat Insinerator, Kamis (11/1/2018).*

Daging Sitaan Dimusnahkan

CILEGON, (KB).- Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon memusnahkan ratusan daging berbagai jenis, Kamis (11/1/2018). Daging-daging itu merupakan hasil sitaan BKP selama 2017. Daging tersebut, dimusnakan dengan cara pembakaran pada alat incinerator tersebut terdiri dari daging ayam olahan seberat 272 kilogram, daging sapi olahan 110 kilogram, daging sapi seberat 23 kilogram, serta telur entok 35 kilogram. Selain daging, BKP pun membakar 200 botol vaksin flu burung.

Kasi Karantina Hewan pada BKP Kelas II Cilegon Rifki Danial mengatakan, daging-daging tersebut merupakan sitaan dari kegiatan sejak Agustus 2017. Mengingat barang yang sama sejak Januari 2017 hingga Juli, sudah terlebih dahulu di musnahkan. “Ini hasil sitaan dari Agustus tahun lalu. Kalau hasil sitaan dari awal 2017 kan sudah di musnakan,” katanya.

Menurut dia, barang-barang tersebut disita lantaran pada pengiriman tidak disertai dokumen lengkap. Sebagian besar permasalahan yang dimaksud, pada dokumen pengiriman daging. “Kalau mau kirim barang seperti daging harus ada surat keterangan dari Dinas Kesehatan Hewan setempat, tapi ini tidak ada,” ujarnya.

Ratusan kilogram barang yang disita, kata Rifki, sebagian besar berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Itu akan dikirim ke berbagai kota di Pulau Sumatera. “Ada yang mau dikirim ke Lampung, ke Medan, dan kota lain di Sumatera,” tuturnya. Ia mengatakan, barang-barang yang disita, merupakan hasil operasi rutin BKP Kelas II Cilegon dibantu oleh Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak.

“Saat kita operasi di Pelabuhan ternyata masih ada dokumen barang yang tidak lengkap. Ada yang dibawa truk, box, dan bus,” ucapnya. Selain daging, kata dia, ada juga vaksin flu burung yang dimusnahkan. Vaksi flu burung dari Jakarta akan dikirim ke Medan, namun tidak ada dokumen dari perusahaan pembuat vaksin jadi disita oleh BKP Kelas II Cilegon.

Sementara itu Kapolsek Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak AKP Tesyar Rhofadli mengatakan, dalam operasi di Pelabuhan Merak, pihaknya diminta bantuan. “Memang yang dimusnahkan itu hasil operasi kita bersama dengan Karantina, tapi kita hanya membantu saja. Sebagian besar dokumen yang tidak lengkap,” ucap Tesyar. (AH)***


Sekilas Info

Demi Landmark, Perkim Cilegon Rogoh Rp 96 Juta

DINAS Pertamanan dan Permukiman (Perkim) Cilegon terpaksa harus mengeluarkan anggaran Rp 96 juta untuk perbaikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *