Daftar Tunggu Haji di Banten Capai 22 Tahun

H Machdum Bahtiar, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten.*

SERANG, (KB).- Daftar tunggu atau waiting list pemberangkatan haji di Banten mencapai 22 tahun. Dengan demikian, warga yang mendaftar pada 2020 baru bisa berangkat pada 2042. Lamanya masa tunggu tersebut diakibatkan tidak seimbangnya kuota haji Banten dengan jumlah pendaftar yang masuk.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten Machdum Bahtiar mengatakan, masa tunggu pemberangkatan haji di Provinsi Banten bisa mencapai 22 tahun. Sehingga, warga yang mendaftar tahun ini baru bisa diberangkatkan tahun 2042.

“Jika masyarakat yang ingin berangkat ibadah haji harus menunggu 22 tahun untuk diberangkatkan. Daftar tahun ini bisa berangkat di 2042,” kata Machdum, Ahad (1/3/2020).

Menurut dia, lamanya daftar tunggu pemberangkatan haji karena jumlah pendaftar haji di Banten tak sebanding dengan kuota haji yang disediakan. Padahal, kuota haji yang sudah disediakan terbilang banyak dengan jumlah 9.461 orang.

“Banyaknya masyarakat yang mendaftar haji sehingga mengakibatkan waktu tunggu yang cukup lama,” katanya.

Meskipun kuota haji di Banten ditambah, ia memperhitungkan masa tunggu pemberangkatan haji di Banten akan tetap lama.

“Selain itu juga kuota yang sangat terbatas, walaupun ada penambahan kuota tapi tetap belum mencukupi animo masyarakat untuk beribadah haji,” ucapnya.

Untuk mengontrol jumlah pendaftar, pemerintah telah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Di dalamnya diatur terkait pembatasan pengajuan ibadah haji bagi yang mereka yang sudah pernah, belum pernah naik haji atau sudah pernah menunaikan ibadah haji paling singkat 0 tahun sejak haji terakhir.

“Aturannya juga saat ini masyarakat yang masih berumur 12 tahun sudah bisa atau dipersilakan mendaftar,” tuturnya.

Selain undang-undang tersebut, terdapat kebijakan lain juga yang memprioritaskan jemaah calon haji lanjut usia.

“Untuk lansia diprioritaskan, tidak harus menunggu 22 tahun. Ketika sudah daftar, tiga tahun berselang bisa diprioritaskan dengan melihat usia yang lebih tua dulu,” ucapnya.

Adapun tata cara pendaftaran haji, kata dia, secara normatif mereka yang berkeinginan untuk berangkat haji harus terlebih dahulu mendaftarkan dirinya. Dalam proses pendaftaran tersebut yang bersangkutan diminta melengkapi sejumlah persyaratan.

Seorang warga Kecamatan Serang, Kota Serang Yani Ariyani mengaku, tak mempermasalahkan daftar tunggu pemberangkatan haji yang ditentukan. Ia yang sudah mendaftar pada tahun 2017 masih harus menunggu belasan tahun. Dia hanya bisa berdoa agar diberikan kesehatan sehingga pada waktunya bisa berangkat haji.

“Saya daftar belakangan masa mau protes. Kasihan yang sudah duluan daftar. Berdoa saja, mudah-mudahan umurnya ada dan bisa berangkat. Waktu daftar usia saya di 32 tahun,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here