Curi Ratusan Boks Masker, 4 Pegawai Dinkes Kota Cilegon Ditangkap

CILEGON, (KB).- Unit III Satreskrim Polres Cilegon menangkap empat pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Rabu (1/4/2020). Keempatnya diduga telah mencuri 120 boks masker dari gudang Dinkes Kota Cilegon.

Dari keempat pegawai tersebut, dua di antaranya berstatus aparatur sipil negara (ASN). Sementara dua lainnya tenaga harian lepas (THL).

Berdasarkan informasi dihimpun, empat pegawai Dinkes Kota Cilegon tersebut berinisial LL (38), MR (39), NS (39), serta AW (35). Kini, keempatnya menjalani pemeriksaan intensif penyidik Unit III Satreskrim Polres Cilegon.

Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Zamrul Aini mengatakan, penangkapan empat pegawai dimulai dari adanya laporan kehilangan ratusan boks masker dari Dinkes Kota Cilegon, pada Selasa (31/3/2020). Dari laporan tersebut, pihaknya pun langsung menindaklanjuti dengan melakukan penelusuran di lapangan.

“Awalnya, staf Dinkes melaporkan adanya kehilangan. Kemudian anggota cek ke TKP, melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah staf,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (2/4/2020).

Menurut Zamrul, penyelidikan langsung mengerucut kepada staf yang bertanggung jawab memegang kunci gudang. Pada akhirnya, keempat pegawai tersebut tidak bisa mengelak. “Kami langsung tangkap keempatnya,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, keempat tersangka mengaku telah mencuri 120 boks dari gudang Dinkes Kota Cilegon. Sebagian besar masker tersebut telah dijual secara online oleh para pelaku.

“Dari ratusan boks itu, tinggal tersisa 63 lembar masker. Sebagian besar masker sudah laku terjual dengan harga Rp 50 ribu per boks,” tuturnya.

Zamrul mengatakan, para ASN dapat diancam dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Selain itu juga pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

“Saat ini kasus masih dalam proses. Kami akan terus mengumpulkan keterangan serta alat bukti yang menguatkan,” ucapnya.

Mengetahui hal tersebut, Kepala Dinkes Kota Cilegon dr Arriadna kecewa. Terlebih, saat ini dinasnya sedang serius dalam memerangi wabah Covid-19.

“Sekarang kan sedang ada force major, tapi keempat staf saya melakukan hal seperti itu. Jujur saya kecewa,” katanya.

Menurut dr Arriadna, kehilangan masker diketahui ketika pihaknya melakukan stok opname pada Jumat (27/4/2020). Hasilnya, terdapat 120 boks masker hilang.

“Saya dapat laporan dari staf yang bertugas stok opname, katanya ada ratusan boks masker hilang. Makanya setelah kami bahas secara internal, kami memutuskan untuk membuat laporan ke polisi pada Selasa (31/3/2020),” ujarnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here