Cukupi Cairan Ketika Puasa, Bukan Makan yang Berlebihan

Dokter Dendi

SERANG, (KB).- Departemen Kesehatan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Banten, Dokter Dendi mengatakan, dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan, yang diperlukan tubuh manusia sebenarnya hanya cairan, bukan makan yang berlebihan.

“Aktivitas puasa dari sisi kesehatan sesungguhnya yang perlu dicukupkan hanya cairan. Mengapa? karena 70 persen di dalam tubuh manusia adalah cairan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (16/5/2019).

Ia mengatakan, apabila makan tidak diatur dan berlebihan, puasa Ramadan tidak akan berpengaruh banyak pada keadaan tubuh. “Bukan malah lemak yang turun, tapi berat badan bertambah, itu biasanya fenomena nanti ketika diakhir ramadan waktu lebaran,” katanya.

Dendi mengatakan, sesungguhnya, nilai gizi yang dibutuhkan tubuh saat bulan puasa sama dengan ketika tidak berpuasa. Hanya pola makan saja yang berubah. Maka dari itu, ada beberapa tips yang diberikan Dendi dan Departemen Kesehatan ICMI Banten, mengenai menu makanan dalam sehari-hari di masa Ramadan.

“Yang paling utama yaitu minum yang cukup, untuk cairan. Seperti minum air mineral minimal 10 gelas dalam sehari. 2 gelas waktu buka puasa, 2 gelas setelah sholat tarawih, 1 gelas sebelum tidur, 1 gelas sebelum makan sahur, dan 2 gelas sebelum imsak,” tuturnya.

Dalam mengkonsumsi makanan, baik bukaan ataupun masakan sahur, diharuskan memperhatikan protein, kalori, dan karbohidratnya, karena itu yang dibutuhkan tubuh untuk mendapatkan energi ketika berpuasa.

“Lengkapi tubuh dengan 40 persen kebutuhan energi dalam bentuk makanan padat yang seimbang. Contoh menu yang bisa diterapkan seperti nasi, semur daging 1 potong, tahu, capcay 1 mangkuk, ketimun, dan buah-buahan yang banyak mengandung unsur cairan seperti pisang,” katanya. (Azzam/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here