Cuaca Buruk, Nelayan Diimbau tak Melaut

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengimbau agar nelayan tidak melaut. Hal itu menyusul adanya gelombang tinggi air laut yang terjadi di perairan Banten bagian selatan.

“Demi keselamatan, nelayan untuk sementara sebaiknya tidak melaut. Karena berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah perairan Banten Selatan terjadi gelombang tinggi air laut dengan ketinggian diperkirakan 6 meter,” kata Kepala Pelaksana harian BPBD Lebak Kaprawi, Ahad (16/6/2019).

Ia menjelaskan, cuaca buruk melanda perairan Banten bagian selatan, meliputi Pantai Binuangeun, Bagedur, Sukahujan, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Pulau Manuk, Sawarna dan Ciantir. BPBD juga mengimbau wisatawan tidak berenang di pesisir pantai selatan.

“Selama sepekan ke depan, cuaca di pesisir pantai selatan diperkirakan memburuk. Karena, ada tekanan rendah di Perairan Samudera Hindia,” ucapnya.

Ketinggian gelombang berpeluang mencapai 6 meter dengan kecepatan angin 15 knot atau 30 kilometer per jam. Tiupan angin bergerak dari tenggara dengan jarak pandang antara empat sampai enam kilometer.

“Kami minta nelayan tidak melaut dan dapat mematuhi peringatan imbauan ini karena khawatir mereka tersapu gelombang tinggi,” katanya.

Selain itu, sambung dia, cuaca pesisir pantai selatan yang berhadapan langsung perairan Samudera Hindia memiliki karakter berbeda dengan pantai di Selat Sunda bagian utara.

Gelombang karakter pantai selatan cukup tinggi juga banyak karang-karang. Sehingga, berbahaya bagi nelayan maupun pengunjung wisatawan yang berenang di sekitar pantai itu.

“Kita juga sudah menyampaikan surat peringatan cuaca buruk pada Polsek, Kesyahbandaran, TPI, petugas pengamanan pantai, pemilik hotel dan restoran,” ucapnya.

Sementara itu, sejumlah nelayan Pantai Binuangeun Kabupaten Lebak mengaku, mereka menaati peringatan imbauan tersebut karena khawatir menjadi korban tersapu ombak.

“Kami bersama teman sejak dua hari terakhir menganggur dan tidak berani melaut karena gelombang cukup tinggi dan membahayakan keselamatan jiwa,” tutur Iming, seorang nelayan Binuangeun Kabupaten Lebak. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here