Selasa, 11 Desember 2018

Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Ikan Meningkat

PANDEGLANG, (KB).- Meski cuaca buruk dengan intensitas curah hujan tidak menentu, sebagian besar nelayan Perairan Labuan tetap melaut dan hasil tangkapan ikannya meningkat. Para nelayan bersyukur karena biasanya sekali melaut mendapat ikan sekitar 1-1,5 ton. Tetapi saat ini para nelayan  bisa mendapatkan ikan sebanyak 2,5 ton. Salah seorang nelayan asal Labuan Herman Pratama mengatakan, untuk saat ini tangkapan ikan mulai bagus. Karena, setiap kali berangkat penghasilan nelayan tidak kurang dari satu ton.

“Saat ini memang tangkapan ikannya masih cukup bagus. Meski dalam kondisi  cuaca buruk, ternyata bisa menghasilkan ikan sebanyak 2,5 ton. Ya, kalau di rupiahkan keuntungan bisa mencapai   Rp 50 juta,” kata Herman kepada Kabar Banten, Selasa (27/2/2018). Herman yang juga Wakil ketua Kelompok Nelayan Kuda Laut (KNKL)  Kecamatan Labuan mengatakan, sebetulnya tahun kemarin saat cuaca buruk berdampak pada hasil tangkapan ikan. Tetapi tahun ini musimnya lagi bagus. Sehingga dalam situasi cuaca tidak menentu tidak berdampak pada penurunan hasil tangkapan ikan.

“Kalau cuaca barat, seperti terjadi  angin kencang yang membuat ombak  tinggi sangat menyulitkan nelayan untuk melaut. Sehingga banyak nelayan  memiliki tunggakan piutang modal melaut. Sebab, sebagian nelayan melaut dengan mengandalkan pinjaman modal,”  tutur Herman pemilik kapal Inkam Mina 869. Menurut dia, selain hasil tangkapan ikan meningkat, para nelayan juga tidak kesulitan untuk menjual ikannya. Karena nelayan bisa langsung menjual ikan di tempat pelelangan. Soalnya, di setiap tempat pelelangan sudah banyak konsumen antre untuk membeli ikan. “Kalau penjualannya sih  lancar, karena sudah banyak pembeli yang antre di tempat pelelangan ikan,” ucapnya.

Sementara itu,  Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pandeglang, Anton Haerul Samsi mengatakan, dengan hasil tangkapan ikan berlimpah ruah diharapkan bisa menyejahterakan nelayan. “Tentunya kita bersyukur, kalau tangkapan ikan nelayan meningkat, kalau pun terjadi cuaca buruk. Kita berharap agar para nelayan bisa memanfaatkan keuntungan penjualan ikan untuk modal kembali melaut,” ujarnya. Menurut Anton, mayoritas nelayan Pandeglang banyak mencari ikan di Perairan Pandeglang. Tetapi ada juga nelayan kapal besar melancong melaut sampai ke Perairan Lampung. Begitu juga sebaliknya, terkadang nelayan Lampung juga melancong melaut ke Perairan Pandeglang. “Ya, ini sudah menjadi tradisi kehidupan nelayan saling berbagi keberuntungan menangkap ikan di laut,” ujarnya.

Anton yang juga anggota Komisi III DPRD Pandeglang berharap pemerintah bisa membantu kelancaran aktivitas nelayan. Salah satunya para nelayan masih mendambakan pembangunan dermada untuk bersandar kapal-kapal nelayan. Selama belum ada dermaga, nelayan yang baru pulang melaut untuk bersandar harus mengeluarkan ongkos tarik. Karena kapal tidak bisa menepi ke permukaan air yang dangkal. Sementara itu, tokoh masyarakat Panimbang, H. Ariman membenarkan saat ini kondisi nelayan sedang membaik karena hasil tangkapan ikan meningkat. Meski demikian, ia berharap pemerintah untuk membangun tempat sandaran kapal nelayan untuk memudahkan mengangkat hasil tangkapan ikan dari kapal ke darat. “Aspirasi nelayan soal sandaran kapal sudah sering disampaikan ke pemerintah. Mungkin sampai sekarang belum terealisasi,” tuturnya. (IF)***


Sekilas Info

Demo, Mahasiswa Menginap di DPUPR Kabupaten Pandeglang

PANDEGLANG, (KB).- Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pandeglang demo di depan Kantor Dinas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *