Cilowong Jadi TPAS Regional

SERANG, (KB).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mempertimbangkan kemungkinan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong menjadi TPAS regional. Hal tersebut mengingat upaya penanganan sampah yang terus meningkat di lokasi tersebut.

Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto tidak menampik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang akan menjadikan TPAS regional. Maka, pihaknya tentu harus siap mengenai wacana tersebut.

“Kalau ini jadi konsep bersama antarpemerintah daerah dan provinsi, artinya ini untuk kepentingan umat, nantinya mau tidak mau, suka tidak suka kami harus siap,” katanya.

Maka dari itu, tutur dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang perlu mempersiapkan untuk menjalankan kebijakan tersebut. Ada beberapa upaya yang harus dilakukan, seperti perluasan lahan dalam penataan sampah hingga memperhitungkan keberadaan air lindi. Cairan yang dihasilkan dari pemaparan air hujan pada timbunan sampah.

“Soal lahan, tentu itu harus diperluas lagi, karena kami tidak hanya untuk Kota Serang saja. Kemudian, persiapan penanganannya juga kami harus siapkan, misalnya air lindi yang bisa dimanfaatkan melalui mesin yang kami miliki. Jadi, ada beberapa hal yang harus kami perhitungkan juga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemungkinan menjadi TPAS regional tersebut, akan digunakan oleh Pemkot Serang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, dan Pemprov Banten.

“Kemungkinannya untuk tiga pemerintahan itu yang akan memanfaatkan TPAS regional ini, di Cilowong,” ucapnya.

Sementara itu, pihaknya tidak bisa mempertimbangkan apabila menampung seluruh daerah di Provinsi Banten. Sebab, hal tersebut tentunya akan memakan biaya yang cukup besar.

“Kalau dipaksakan untuk semua daerah, akan menelan biaya yang cukup besar, seperti tranportasinya, personelnya, hingga bahan bakarnya,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah DLH Kota Serang Askolani mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus dalam upaya penanganan sampah di Kota Serang, sehingga permasalahan sampah dapat segera terselesaikan.

“Saat ini masih fokus dengan langkah-langkah yang telah kami susun untuk menangani permasalahan sampah di Kota Serang, mudah-mudahan upaya yang kami lakukan dapat benar-benar terealisasi,” ujarnya.

Pihaknya berencana menambah sebanyak 45 unit alat mesin karbon Gen 5. Alat tersebut diyakini dapat mengelola sampah secara tuntas, khususnya permasalahan sampah yang berdampak pada masyarakat.

“45 unit itu telah disesuaikan dengan kondisi kewilayahan yang ada di Kota Serang. 25 unitnya akan dibagi untuk wilayah kelurahan yang memiliki volume sampah lebih banyak. Sementara, sisanya akan digunakan di TPSA Cilowong,” ucapnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here