Cetak Usia Produktif Berkualitas, Pandemi Covid-19 tak Halangi BKKBN Berikan Edukasi dan Pelayanan Masyarakat

Tangkapan layar, Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo pada Acara Webinar “Penanganan Infertilitas dalam Kesehatan Reproduksi” yang diselenggarakan BKKBN melalui aplikasi Webex, Sabtu (30/5/2020).*

JAKARTA, (KB).- Ditengah pandemi Covid-19 ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus melakukan edukasi, pelayanan Keluarga Berencana (KB), pelayanan serta promosi dan konseling kesehatan reproduksi kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan protokol-protokol pencegahan penyebaran Covid-19.  

Hal tersebut disampaikan Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo pada Acara Webinar “Penanganan Infertilitas dalam Kesehatan Reproduksi” yang diselenggarakan melalui aplikasi Webex dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube dan Facebook BKKBN Official, Sabtu (30/5/2020). Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr. Ari Kusuma Januarto, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko (POGI) dan Plt. Deputi Bidang KBKR BKKBN Ir. Dr. Dwi Listyawardani sebagai narasumber, dan diikuti oleh Pejabat Tinggi Madya dan Pratama BKKBN.

Hasto mengatakan, pada saat pandemi Covid-19 ini, akses masyarakat terhadap pelayanan serta konseling kesehatan menjadi terbatas dan untuk meminimalisir kontak dengan petugas kesehatan, sebagian besar kegiatan promosi dan konseling termasuk terkait kesehatan reproduksi lebih banyak memanfaatkan media sosial dan media komunikasi jarak jauh baik secara online maupun offline.

“Menanggapi kondisi saat ini, dimana masih banyak masyarakat yang membutuhkan informasi dan konseling terkait infertilitas dan kesehatan reproduksi, BKKBN bersama dengan POGI menyelenggarakan kegiatan webinar yang mengangkat topik dan isu menarik seputar penanganan infertilitas dalam kesehatan reproduksi,” ujar Hasto.

Ia berharap, melalui acara webinar ini dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensi para peserta baik seluruh pejabat dan staf di lingkungan internal BKKBN, maupun tenaga kesehatan dan mitra terkait lainnya mengenai isu-isu strategis di bidang kesehatan reproduksi dan mendorong munculnya ide-ide kreatif serta inovasi yang mendukung keberlangsungan pelayanan serta promosi dan konseling kesehatan reproduksi di masa pandemi Covid-19.

Saat ini, kata Hasto, Indonesia sedang mengalami Bonus Demografi, bahkan akan segera berlalu beberapa tahun lagi. BKKBN bersama Instansi terkait, pakar dan mitra kerja terus saling membantu menciptakan SDM berkualitas.

“Untuk memetik Bonus Demografi harus memenuhi dua syarat yaitu tidak hanya dari segi kuantitas namun juga kualitas dari segi kuantitas, sehingga salah satu upaya untuk menciptakan SDM berkualitas adalah kesehatan reproduksinya,” ujar Hasto.

Tangkapan layar, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten saat mengikuti kegiatan Webinar “Penanganan Infertilitas dalam Kesehatan Reproduksi” yang diselenggarakan BKKBN melalui aplikasi Webex, Sabtu (30/5/2020).

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Drs. Aan Jumhana menyampaikan bahwa sejalan dengan isu tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan sebagai bentuk antisipasi isu kesehatan reproduksi di masa pandemi covid 19 ini.

“Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) dikemas melalui berbagai bentuk kegiatan yang sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi sekarang ini,” ujar Aan.

Selain memanfaatkan forum pertemuan melalui seminar online, kata dia, BKKBN Banten juga meng-optimalisasikan berbagai saluran media sosial yang strategis. Kemudian, Perwakilan BKKBN Provinsi Banten bekerjasama dengan seluruh OPDKB kab/kota dan mitra strategis seperti IBI, APPI Banten dan lain-lain, termasuk tenaga penggerak di tingkat lini lapangan seperti IMP, PKB/PLKB baik ASN maupun non ASN.

Selain itu, kader-kader PKK dan kader-kader pembangunan yang ada di setiap lokasi penggarapan program juga melakukan kegiatan pemberian pelayanan Konsultasi dan konseling melalui mobil curhat keluarga, sekaligus memberikan pelayanan kontrasepsi dengan cara ‘door to door’ menggunakan mobil pelayanan KB yang sudah tersedia di seluruh kabupaten/kota di Banten.

“Dengan cara ini diharapkan masyarakat dapat cepat mendapatkan pelayanan dan manfaat dari program Banggakencana yang kita berikan,” pungkas Aan. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here