Rabu, 16 Januari 2019

Cerita Warga Tanjung Lesung: Tsunami Setinggi Pohon Kelapa

PANDEGLANG, (KB).- Bencana tsunami masih membekas di ingatan Syairil, warga Kampung Cipenyu, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Di lokasi ini, ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana ombak setinggi pohon kelapa tiba-tiba datang menyapu seluruh wilayah yang berdekatan dengan kawasan pariwisata Tanjung Lesung tersebut.

Ditemui di rumahnya yang sudah rata dengan tanah disapu tsunami, Syairil bercerita saat itu ia sedang berada di vila yang lokasinya tepat berada di belakang rumah. Tanpa ada tanda apapun, ia tidak menyangka gelombang tinggi akan datang dan menyapu seluruh bangunan di lokasi yang dekat dengan bibir tersebut.

“Jam 10 malam saya baru beres nyiapin makan malam buat tamu di vila. Terus, saya pulang lagi ke pos sama teman saya. Tadinya saya enggak ngerasain apa-apa. Tapi pas denger, di luar ada suara gemuruh ombak. Suaranya kenceng banget,” kata Syairil, Senin (24/12/2018).

Saat gelombang tsunami datang, Syairil bersama temannya baru bersiap untuk beristirahat setelah seharian melayani tamu vila. Tiba-tiba, suara gemuruh ombang terdengar dan mengagetkan dua orang yang telah beberapa tahun menjaga vila di lokasi itu.

Karena penasaran, Syairil kemudian mengecek sumber suara gemuruh ombak tersebut. Ia pun terperangah karena ombak sudah mencapai ketinggian sekitar 10-15 meter, tiba-tiba datang dari arah laut tanpa ada tanda apa-apa.

“Pas saya lihat, ombak itu udah nyampe setinggi pohon kelapa. Saya langsung lari, teman saya di dalam pos juga sempat saya kasih tahu karena panik. Saya teriak-teriak dari luar supaya dia denger,” ujar Syairil.

Beruntung, Syairil bisa menyelamatkan diri dari bencana mematikan itu. Sementara rekannya bernama Sarengat, warga asal Bandung, Jawa Barat juga bisa menyelamatkan diri meskipun sempat terseret arus gelombang laut pada saat tsunami menyapu wilayahnya.

“Saya enggak mikir lagi, langsung lari ke daerah yang tinggi. Warga di sini juga banyak yang menyelamatkan diri,” tuturnya.

Meskipun berhasil selamat, Syairil syok saat tiba di dataran tinggi ia tidak melihat istri beserta kedua anaknya yang sedang berada di rumah. Saat itu, ia mengira keluarganya ikut menyelamatkan diri beserta rombongan warga lain.

“Nyampe atas, saya panik pak. Soalnya saya enggak lihat istri sama anak saya. Untungnya gak beberapa lama, keluarga saya datang sama warga. Alhamdulillah mereka selamat, cuma luka-luka doang. Soalnya kehantam arus ombak pas di dalam rumah,” ucapnya.

Sedangkan rekannya, baru bisa dievakuasi oleh warga setelah mereka memastikan bencana tsunami telah selesai. Rekannya berhasil ditemukan oleh warga tergeletak di tengah jalan dengan kondisi luka di bagian kaki.

“Kemungkinan teman saya enggak keburu menyelamatkan diri. Dia keseret ombak, kakinya robek kena besi coran,” kata Syairil.

Selain itu, kata Syairil, di dalam vila juga masih terdapat 26 wisatawan asal Jakarta yang sedang beristirahat saat bencana tsunami datang. Puluhan orang tersebut, seluruhnya kemungkinan tidak selamat lantaran disapu oleh gelombang tsunami.

“Ada wisatawan di dalam vila. Biasanya kan bos-bos saya dari Jakarta mau liburan. Mereka gak selamat kayanya. Soalnya pas saya tinggal, baru beres makan malam terus mau persiapan istirahat,” ujarnya.

Akibat peristiwa itu, rumah Syairil kini sudah rata dengan tanah. Yang tersisa hanya pondasi dari semen yang masih utuh pasca tsunami menyapu wilayahnya. Ia pun berharap, pihak terkait segera memberikan bantuan kepada warga yang saat ini masih bertahan di dataran tinggi, khususnya bantuan logistik dan pakaian untuk warga.

“Kami lari belum sempat bawa apa-apa dari rumah. Di atas perbekalan sudah menipis. Saya ke sini balik lagi juga buat nyari apa saja yang ada. Soalnya emang sudah menipis di saja juga stok makanan kami,” tuturnya. (Rifat Alhamidi)*


Sekilas Info

Toyota Rush Terperosok ke Jurang

PANDEGLANG, (KB).-¬†Sebuah mobil Toyota Rush putih A 1286 KD mengalami kecelakaan tunggal terperosok ke jurang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *