Cerita Rakyat Nyaris Mulai Dilupakan Generasi Muda

SERANG, (KB).– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten menggelar Lomba Cipta dan Penulisan Cerita Rakyat Banten, bertempat di Aula Kantor Disdikbud Banten, Senin (20/8/2018).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan, cerita rakyat merupakan peninggalan nenek moyang yang telah hidup ratusan tahun yang lampau. Cerita rakyat memiiki nilai-nilai atau pesan yang luhur.

“Oleh sebab itu perkembangan cerita rakyat yang masih aktif atau pasif yang masih ada di masyarakat, perlu dikembangkan dan dilestarikan,” katanya kepada Kabar Banten.

Kegiatan ini salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan dan memanfaatkan kembali nilai-nilai tradisional berupa cerita rakyat yang saat ini nyaris dilupakan oleh generasi muda karena adanya pengaruh budaya asing. Kegiatan ini melibatkan pelajar SMA dan SMK se-Banten untuk mengikuti perlombaan Cipta dan Penulisan.

“Para pelajar yang menjadi peserta Foklore adalah cikal bakal terbentuknya generasi bangsa Indonesia, sehingga menjadi sangat penting menanamkan karakter bangsa Indonesia melalui sejarah rakyat dan pendidikan sejarah,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten Ujang Rafiudin mengatakan, kegiatan ini menuntut pesertanya untuk membuat synopsis cerita rakyat, yang kemudian ditampilkan dalam bentuk teater, seni dan tari.

“Para peserta yang terdiri dari delapan tim ini, merupakan perwakilan dari delapan kabupaten dan kota. Mereka yang tampil adalah para pemenang di kabupaten dan kotanya masing-masing,” katanya.

Setiap tim akan menampilkan cerita rakyat yang lebih menonjolkan kearifan lokal dari daerahnya masing-masing. Cerita tersebut bisa cerita mitos, dongeng maupun cerira fiksi lainnya yang merupakan cerita rakyat.

“Misalnya cerita tentang sejarah Singai Cisadane, atau cerita asal muasal Pandeglang yang berasal dari kata Pandai dan Gelang, peserta bisa mengenal budaya dan sejarah yang berada di provinsi Banten, jangan sampai mereka tidak mengenali sejarah yang ada di provinsi Banten,” katanya.

Ia mengatakan, para pemenang akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp7 juta untuk juara satu, juara dua mendapatkan uang pembinaan Rp5 juta dan Rp3,5 juta untuk juara tiga.

“Hasil dari sinospsis cerita rakyat tersebut, akan dibukukan oleh Disdikbud Banten sebagai cerita rakyat karangan pelajar SMA dan SMK yang menjadi peserta lomba,” katanya. (DE)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here