Cekdam Perusahaan Penambangan Jebol, 2 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur

LEBAK, (KB).- Sedikitnya dua hektare lahan persawahan milik para petani di Kampung Kebon Kopi RT 18/08, Desa Parungsari, yang berada di wilayah Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, tertimbun lumpur limbah dari lokasi penambangan pasir yang tidak jauh dari persawahan tersebut.

Akibat kondisi itu, para petani yang semula berniat untuk memulai musim tanarikutunya, terpaksa hanya bisa gigit jari, karena lokasi sawah mereka tak mungkin untuk ditanami bibit atau benih padi. Salah seorang petani warga Parungsari mengungkapkan, sebelum persawahan warga tertimbun limbah dari lokasi penambangan pasir di desa setempat beberapa waktu lalu, diawali dengan guyuran hujan lebat.

Akibat guyuran hujan itu, cekdam yang biasa digunakan untuk membuang limbah diduga tidak kuat lagi menampung limbah pasir sehingga aliran limbah pasir bercampur lumpur mengalir ke areal persawahan di sekitar Desa Pajagan. “Sekarang ini, seluruh sawah di Pajagan seluas kurang lebih dua hektare sudah tertimbun lumpur. Saat para petani mau menghadapi musim tanam, mereka tidak bisa melakukannya karena sawahnya tertutup lumpur, sehingga tidak bisa ditanami padi,” kata Yahya kepada Kabar Banten, Ahad (22/7/2018).

Ditambahkannya, para petani pemilik sawah sebenarnya sudah meminta pertanggungjawaban pihak pemilik penambangan pasir. Namun hingga saat ini pihak pemilik penambangan pasir belum juga merealisasikan keinginan warga. ”Kami para petani tidak tahu harus mengadu kesiapa tentang nasib kami itu. Saya harap pihak pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu persoalan para petani di Parungsari,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak, Nana Sunjana menyatakan, pihaknya akan segera melakukan penanganannya. Bahkan pada Senin pekan depan (hari ini), pihaknya akan langsung turun ke lokasi untuk mencari tahu penyebab terjadinya penimbunan pasir ke persawahan warga. “Saya sudah terima informasinya. Insya Allah Senin (hari ini), saya dan sejumlah staf akan mendatangi lokasi penambangan pasir tersebut,” ucap Nana Sunjana. (Lugay/TS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here