Cegah Radikalisme dan Terorisme, BNPT-FKPT Banten Libatkan Pelajar

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Ketua FKPT Banten Brigjen Pol (Purn) Rumiah Kartodiredjo beserta pengurus FKPT Banten dan sejumlah narasumber foto bersama usai kegiatan 'Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat', di Kota Tangsel.*

TANGERANG, (KB).- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten menggelar kegiatan pelibatan pelajar SMA sederajat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di masyarakat, di salah satu hotel di Kota Tangerang Selatan, Kamis (24/10/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Racmi Diany, Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT Setyo Pranowo dan Praktisi Film Swastika Nohara sebagai narasumber, ratusan pelajar SMA sederajat, para guru, pemerhati pendidikan, Kasilog Korem 0521 Wijayakrama Tangerang Letkol Satria, Kanit Resmob Polresta Tangerang Selatan IPDA Agam, Kasubdit I Kamneg Direkrimum Polda Banten Kompol Nurahman, Kabid Kewaspadaan Badan Kesbangpol Provinsi Banten Tita Ruhyati, Ketua FKPT Banten Brigjen Pol (Purn) Rumiah Kartoredjo serta seluruh pengurus dan satgas FKPT Banten.

Dalam kegiatan yang bertema “Pelibatan Pelajar SMA Sederajat Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat” tersebut, FKPT Banten menggelar lomba video pendek antar pelajar SMA sederajat dengan tema “Satu Indonesia” yang diikuti 17 Sekolah di Provinsi Banten.

Dalam lomba tersebut, SMAN 8 Kota Tangerang berhasil meraih juara pertama dengan judul video ‘Civic’, kemudian juara kedua diraih SMAN 1 Anyer Kabupaten Serang dengan judul video ‘Salah Menilai’ dan juara ketiga diraih SMAN 3 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dengan judul video ‘Garis Waktu’. Selain itu,dalam kegiatan tersebut juga digelar nonton bareng film ‘Damai Dalam Kardus’ dan dilanjutkan dengan diskusi Film.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Bidang Pemuda dan Pendidikan FKPT Banten, Ikhwanudin Syarief menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Tujuan Kegiatan ini adalah membiasakan para pemuda khususnya di Banten untuk menyikapi perbedaan sebagai hal yang lumrah dan seharusnya dilihat sebagai kekayaan bangsa.

Selain itu, untuk memberikan bekal kepada pemuda dalam hal ini pelajar untuk melawan budaya gerakan radikalisme dalam bentuk ‘Lomba Video Pendek’ yang diunggah ke Youtube. Kemudian, memberikan pemahaman kepada para pemuda mengenai pentingnya kearifan lokal dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta sebagai wahana psiko-pedagogis untuk mengembangkan intelektualitas para siswa dan pemuda bangsa.

“BNPT dan FKPT Banten bersama pemuda memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan karakter manusia Indonesia yang mencintai tanah air dan bangsanya. Kegiatan ini sasarannya adalah Pelajar SMA, SMK, MA dan sederajat serta guru, staf pengajar di Dinas Pendidikan,” ujar Ikhwan.

Peserta kegiatan ‘Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat’, yang diselenggarakan BNPT dan FKPT Banten, di Kota Tangsel.*

Ketua FKPT Banten Brigjen Pol (Purn) HJ. Rumiah Kartoredjo mengajak kepada semua peserta untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai ajakan yang dianggap menyimpang dan tetap menjaga ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI.

“Pelajar dan pemuda Indonesia diharapkan dapat mewujudkan pemuda santun, cerdas, inspiratif dan berprestasi serta membawa pesan bahwa kecerdasan tanpa mengurangi kreatifitas untuk beprestasi. Meyakinkan pada dunia bahwa generasi muda Indonesia tetap memelihara kesantunannya di tengah berbagai perubahan nilai moral dan sosial,” ujar Rumiah.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Racmi Diany mengapresiasi FKPT Banten menjadikan Kota Tangsel sebagai lokus kegiatan BNPT dan FKPT. Dengan berbagai perubahan dan kondisi Indonesia saat ini, Airin mengajak BNPT dan FKPT untuk dapat berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang memiliki kewenangan pada pendidikan SD dan SMP serta bekerjsama dengan pemerintah Provinsi Banten yang berwenang atas urusan pendidikan SMA/SMK.

Ia mengatakan, para pelajar dan pemuda agar lebih hati-hati dalam menerima berbagai berita, terutama di media sosial (Medsos). “Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang terlihat dan terdengar, namun di cek dulu kebenarannya dan bertanyalah kepada orang tepat terutama kepada orang tua masing-masing. Pancasila adalah hal yang mutlak, sehingga perlu ada kerja bareng yang dimulai dari keluarga untuk mengawal Ideologi Pancasila,” ujar Airin. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here