Rabu, 17 Januari 2018

Cegah Penyebaran Difteri, Komisi II Minta Dinkes Lakukan Imunisasi Massal

CILEGON, (KB).- omisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kota Cilegon meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon segera melakukan imunisasi difteri secara massal. Ini untuk mencegah penyakit yang sedang mewabah di Serang tersebut menyebar di Kota Cilegon.

Sekretaris Komisi II DPRD Cilegon, Syarif Ridwan mengatakan, imunisasi difteri massal dinilai penting. Mengingat letak Kota Cilegon berdekatan dengan Serang. “Jangan sampai menunggu ada kasus di Kota Cilegon. Lihat di Serang, sudah berapa orang yang terkena difteri. Serang dan Cilegon kan bertetangga,” katanya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut khawatir dengan potensi penyebaran hingga Kota Serang. Oleh sebab itu, dia telah mengajak keluarga besar melakukan imunisasi difteri di Kabupaten Serang. “Pekan lalu, keluarga saya bawa untuk imunisasi difteri di Serang. Meskipun harus bayar,” ujarnya.

Menurut dia, imunisasi difteri di Kabupaten Serang ada pemberlakuan gratis imunisasi difteri untuk usia lima tahun ke bawah. Sementara, untuk dewasa harus bayar Rp 50.000. “Jika di Cilegon akan ada imunisasi yang sama, saya harap semuanya digratiskan. Baik mulai balita hingga dewasa,” ucapnya.

Ia menuturkan, Cilegon cukup rawan penularan wabah difteri. Mengingat mobilisasi masyarakat Cilegon dikenal sangat tinggi. “Selain mobilisasi masyarakat yang tinggi, kemarin kan baru libur panjang. Takutnya anak-anak dari liburan membawa difteri ke Cilegon. Hal-hal seperti inilah yang perlu segera diantisipasi,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinkes Cilegon, dr Arriadna mengatakan, memang akan melakukan imunisasi difteri. Namun hal tersebut hanya dilakukan di sejumlah kecamatan. “Imunisasi hanya dilakukan di wilayah suspect difteri. Di Kecamatan Jombang, Cibeber, dan Pulomerak itu kan ada warga suspect difteri. Meskipun pada akhirnya warga-warga tersebut dinyatakan negatif difteri, tapi imunisasi tetap akan dilakukan. Itu perintah dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan),” katanya.

Imunisasi akan diberikan kepada anak usia 19 tahun ke bawah. Sementara, orang dewasa akan dikenakan biaya jika ingin mendapatkan imunisasi yang sama. “Itu pun perintah dari Kemenkes,” ujarnya Untuk melakukan imunisasi massal, lanjut dia, pihaknya perlu mendapatkan arahan dari pihak Kementerian.

Mengingat Cilegon bukan wilayah kejadian luar biasa (KLB) difteri, tampaknya imunisasi massal tidak akan dilakukan. “Untuk logistik vaksin difteri, itu perlu ada persetujuan dari Kemenkes,” ucapnya. Pada dasarnya, tutur dia, asupan imunisasi lengkap pada balita, cukup ampuh dalam menangkal penyebaran difteri. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk aktif dalam memberikan imunisasi kepada anak. (AH)**


Sekilas Info

Sulitnya Meningkatkan PAD dari Parkir

SEJUMLAH anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat melakukan studi banding …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *