Cegah Kenaikan Harga dengan Percepatan OP, Bulog Minta Pemerintah Koordinasi ke Mendag

SERANG, (KB).- Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub-Divre Serang meminta pemerintah kabupaten/kota untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), agar segera menerbitkan aturan operasi pasar (OP) 2020.

Hal tersebut dilakukan, agar memasuki 2020 OP bisa segera dilakukan, sehingga tidak terjadi kenaikan harga mengingat musim panen diyakini akan mulur.

Kepala Bulog Sub-Divre Serang Eko Yudi Miranto mengatakan, dengan kondisi paceklik saat ini dan musim panen akan mundur, Bulog intens berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Pihaknya meminta, agar ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) atau OP bisa dipercepat perintahnya. Sebab, meski tahun ini OP dilakukan sepanjang tahun, tetapi tidak otomatis akan berlaku untuk 2020.

“Harus tunggu dasarnya, supaya enggak terjadi naik, kami dorong pemda (pemerintah kabupaten/kota), agar ke Kemendag, supaya segera ada perintah OP. Kami dorong itu, karena kadang birokrasi di atas lama, jadi kami enggak bisa jalan. Walau tujuan baik kami melanggar (kalau OP),” katanya.

Ia mengungkapkan, pada 2019, pihaknya melakukan OP sepanjang tahun mulai dari Januari sampai Selasa (31/12/2019). OP tersebut dilakukan di pasar dengan pedagang, toko, mitra rumah pangan kita (RPK), toko pangan kita, dan satgas yang mobile di perumahan serta ikut dalam event bazar.

“Selama tahun 2019 kami sudah OP beras sampai 3.000 ton realisasinya,” ujarnya kepada Kabar Banten, Jumat (13/12/2019).

Ia menuturkan, untuk saat ini OP tidak dilakukan saat harga naik, namun sepanjang tahun. Tujuannya, agar tidak terjadi kenaikan harga seperti dulu.

“Jadi, diantisipasi, meski belum naik kami OP, jadi sudah ada perintah Kemendag untuk OP sepanjang tahun. OP itu sekarang KPSH namanya, perintahnya 2019 sampai Selasa (31/12/2019),” ucapnya.

Ia mengatakan, dalam OP tersebut, harga up gudang Bulog untuk beras Rp 8.100. Kemudian, untuk di pasar ada harga eceran tertinggi (HET), bagi beras medium Rp 9.450 per kilogram.

“Alhamdulillah (antusiasme) cukup baik, terbukti harga beras stabil, walau musim paceklik. Kemudian, musim hujan baru mulai jadi ada kemungkinan panen mundur,” tuturnya.

Dalam upayanya menekan stabilitas harga di pasaran, kata dia, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan Disperindag.

“Kami pantau di pasar, kami juga ada tim sendiri untuk pantau, kami kroscek harga kalau ada kenaikan, kami antisipasi,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here