Cegah Covid-19 dan Putus Pakai Alat Kontrasepsi, BKKBN Banten Bersama Mitra Monitoring Program Banggakencana

SERANG, (KB).- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Banten bersama Mitra akan melakukan monitoring Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau Banggakencana di Kabupaten Pandeglan, Senin dan Kamis (11-14/5/2020). Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 dan putus pakai alat kontratsepsi serta membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Aan Jumhana menyampaikan bahwa dalam kegiatan yang akan berlangsung selama dua (2) hari tersebut, BKKBN bersama Mitra akan melakukan penyuluhan dengan menggunakan Mobil Curhat Keluarga, Pelayanan KB MKJP, Non MKJP, membagikan masker dan pemberian sembako bagi akseptor atau masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19 secara door to door dengan melibatkan Kader KB, PLKB/PKB, dan Babinsa.

“BKKBN tidak dapat berjalan sendiri perlu pihak lain sebagai mitra, sehingga upaya yang dilakukan dapat berjalan massif dan cakupan pelayanan terhadap masyarakat semakin besar,” ujar Aan, Jumat (8/5/2020).

Selain Kader KB, PLKB/PKB, dan Babinsa, kata dia, Mitra strategis yang terlibat dalam kegiatan Monitoring Program Banggakencana ini adalah TP-PKK Provinsi Banten, DKM As-Sakinah, dan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Perwakilan BKKBN Provinsi Banten.

“TP-PKK Provinsi Banten menjadi sangat potensial selain memiliki sasaran garapan program yang sama yaitu keluarga juga memiliki struktur kelembagaan sampai dengan tingkat desa,” ujar Aan.

Ia mengatakan, penyebaran wabah Covid-19 berdampak besar terhadap melemahnya aspek kesehatan termasuk kematian, aspek perekonomian, dan berbagai aspek lainnya. Selain itu, dampak lain yang dikhawatirkan adalah terjadinya Drop Out (putus pakai) dalam pemakaian alat kontrasepsi sehingga akan menimbulkan masalah meningkatnya kehamilan.

“Wabah Covid-19 telah menjadi masalah yang serius dengan berdampak kepada aspek kesehatan termasuk kematian masyarakat,  aspek perekonomian, aspek sosial dan berbagai aspek lainnya,” ujar Aan. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here