Cegah Covid-19, BKKBN Ajak Masyarakat Jalankan 8 Fungsi Keluarga

Untuk menghadapi dan mengantisipasi serta mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengajak masyarakat menjalankan dan mengoptimalkan delapan (8) fungsi Keluarga.

“Sejalan dengan arahan Presiden Jokowi dalam menghadapi pandemi Covid-19, kami mengajak seluruh Keluarga di Indonesia untuk menjalankan 8 fungsi keluarga dengan baik,” ujar Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo.

Ia mengatakan, keluarga merupakan unit terkecil di dalam masyarakat yang mempunyai ikatan yang kuat secara bathiniah dan spiritual dimana di dalam suatu keluarga mempunyai ikatan dalam bentuk kebersamaan, keselarasan dan toleransi antar anggota keluarga dan juga antar keluarga di dalam masyarakat.

Hasto mengungkapkan, 8 fungsi keluarga tersebut yakni pertama, fungsi agama. Dalam menghadapi wabah covid-19, kata Hasto, sebagai makhluk yang beriman kita semua harus tenang, tidak panik, meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar dan berdoa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kemudian, fungsi yang kedua adalah fungsi sosial dan budaya. Sebagai makhluk sosial dan berbudaya, para orang tua agar mengajak anggota keluarganya untuk membudayakan hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga masing-masing.

“Fungsi sosial dan budaya tidak kalah penting. Dalam fungsi ini, Kita harus punya kepedulian baik terhadap diri sendiri, anggota keluarga, kepada sesama dan juga kepada semuanya untuk mencegah terjadinyan penularan covid-19,” ujar Hasto.

Selanjutnya, satu fungsi keluarga yang sangat penting yaitu fungsi ketiga, fungsi cinta kasih. Keluarga memiliki fungsi yang sangat luhur yaitu fungsi cinta kasih kepada sesama keluarga antara bapak, ibu, anak dan juga saudara yang ada dalam keluarga.

“Maka, sebagai wadah bersemainya cinta kasih lahir bathin ini, keluarga harus punya empati, memperhatikan dan juga menolong dengan ikut tanggungjawab terlebih jika ada keluarga yang dicurigai atau bahkan sudah ada yang positif menderita infeksi covid-19,” ujar Hasto.

Fungsi keempat, kata Hasto, bagaimana keluarga bisa menjadi suatu pelindung. Oleh karena itu, fungsi perlindungan adalah sangat penting. Jika fungsi perlindungan ini berjalan dengan baik, maka keluarga jadi tempat berlindung yang aman dan nyaman bagi anggotanya.

“Untuk mencegah penyebaran dan terjadinya penularan covid-19, diharapkan didalam keluarga diterapkan etika, cara berhubungan antara satu dengan yang lain dan saling mengingatkan. Ketika keluarga tersebut semua anggota keluarga taat dengan aturan dan himbauan untuk mencegah covid-19, maka semua anggota keluarga akan merasa aman. Itulah peran keluarga dalam perlindungan,” ujarnya.

Selanjutnya, fungsi kelima yang merupakan fungsi yang sangat esensial yaitu fungsi reproduksi. Untuk mengantisipasi penularan covid-19 kepada keluarga, kata Hasto, keluarga yang rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita harus dilindungi.

“Kalau ada ibu hamil yang panas, batuk, pilek apalagi positif corona, maka sangat besar pengaruhnya terhadap kesejahteraan janin yang ada di dalamnya dan tentu menjadi suatu ancaman kesehatan bagi ibu dan juga bayinya. Oleh karena itu, kita harus lindungi bersama. Begitu juga bayi. Jadi, ketika bayi demam, batuk, filek dan kemudian rewel maka ini efeknya akan menjadi banyak ketika bayi dan balita daya tahannya belum begitu bagus,” ujar Hasto.

Hasto mengajak agar bersama-sama bisa meningkatkan daya tahan tubuh anggota keluarga khususnya yang rentan dengan memberikan nutrisi yang cukup, gizi yang cukup, makanan yang cukup kemudian juga memberikan perlindungan yang cukup. “Dengan demikian fungsi keluarga dalam hal reproduksi bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Fungsi keenam, ucap Hasto, adalah fungsi keluarga dalam hal pendidikan dan juga sosialisasi. Pihaknya mengajak orang tua agar bisa memberikan pelajaran yang terbaik untuk anggota keluarga dan anak-anaknya.

Suatu hal yang penting, kata dia, bagaimana mengecek anak apakah ketika anak batuk ia sudah bisa menutup mulutnya dengan baik atau belum, kemudian kalau dia perlu pakai masker apakah sudah pakai masker dengan baik atau belum, lalu bagaimana dia menggunakan fasilitas-fasilitas yang bersifat umum dan tangan bersentuhan apakah sudah tertib mencuci tangan dengan baik atau belum.

“Ini adalah bagaimana cara memberikan pelajaran kepada anggota keluarga yang menjadi tanggungjawab dalam fungsi pendidikan bagi keluarga bagaiman cara menjaga diri dan anggota keluarga agar tidak tertular covid-19,” ujar Hasto.  

Kemudian, fungsi keluarga yang ketujuh adalah fungsi ekonomi. Hasto mengatakan, dalam situasi seperti ini kita bisa melakukan hidup hemat. Pihaknya menyarankan semua keluarga untuk tidak berpergian yang tidak penting. Begitu juga ketika pendapatan tidak berlebihan, kemudian ada pengeluaran yang tidak berguna kita harus dihindari.

“Ini adalah bentuk-bentuk bagaimana kita bisa efisien, hemat dan bisa menahan diri dari hal-hal yang tidak berkepentingan secara ekonomi,” ujarya.

Fungsi kedelapan adalah fungsi pembinaan lingkungan. Hasto menyampaikan dikala ada wabah covid-19, tidak mudah untuk mengadakan kegiatan yang sifatnya berkumpul bersama untuk bergotong-royong. Akan tetapi, kata dia, masyarakat masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan untuk membersihkan lingkungan. Seperti membersihkan lingkungan tanpa harus gotong-royong serentak. Namun, masing-masing dengan tetap menjaga jarak antar satu dengan yang lain untuk menciptakan lingkungan yang bersih. 

“Ini merupakan contoh kepedulian kepada lingkungan. Oleh karena itu, tanpa harus mengurangi kehati-hatian untuk saling menular, tentu gotong royang dalam arti menyelesaikan kepedulian terhadap lingkungan tetap bisa dikerjakan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” pungkas Hasto.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Aan Jumhana menyampaikan bahwa dalam menyikapi situasi dan kondisi perkembangan saat ini, selain mentaati imbauan pemerintah dan mengajak masyarakat menjalankan 8 fungsi keluarga dengan baik, BKKBN Provinsi Banten juga ikut berperan aktif  dalam menghadapi dan mengantisipasi serta mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 melalui kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

“Kami menggelar lomba sosialisasi pencegahan penyebaran covid-19 bagi PLKB/PKB baik Aparatur Sivil Negara (ASN) maupun non ASN melalui media online dengan penyampaian isi pesan menggunakan bahasa daerah sebagai kearifan lokal,” ujar Aan.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan media siaran radio, mobil unit penerangan KB (Mupen KB) oleh OPDKB kabupaten/kota serta pembelajaran jarak jauh (e-learning) bagi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Banten untuk mencegah Covid-19.

“Dengan cara ini, mudah-mudahan masyarakat semakin faham, semakin sadar terhadap bahaya Covid-19 dan wabah ini segera berlalu. Sehingga akhirnya kita semua masyarakat Banten, masyarakat Indonesia dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Aan. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here