Tanam Pohon, Cara Jitu Kritisi Kerusakan Infrastruktur Jalan

MENANAM pohon pisang pada ruas jalan yang rusak bukan cara baru masyarakat untuk mengeluarkan aspirasinya. Selain melakukan unjuk rasa, cara seperti itu memang kerap dilakukan masyarakat sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah terkait kondisi jalan rusak yang dibiarkan tanpa dilakukan perbaikan. Tidak hanya menanam pisang, bentuk kritik dan menyampaikan aspirasi terkait jalan rusak juga menggunakan cara teatrikal dengan cara memancing di jalan yang berlubang. Apa yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap pemerintah yang acuh teradap buruknya kondisi infrastruktur.

Mengkritisi kondisi jalan rusak dengan menanam pohon pisang, salah satunya juga dilakukan masyarakat di ruas jalan Rangkasbitung-Cipanas, tepatnya di Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung. Karena jalan tak kunjung diperbaiki, masyarakat setempat menanami pohon pisang di jalan tersebut, dengan harapan agar pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut. ”Mudah-mudahan dengan dikritik seperti ini, jalan di wilayah kami ini bisa segera diperbaiki oleh pemerintah. Apalagi kerusakan jalan ini sudah berlangsung cukup lama,” kata salah seorang warga, Andri, Jumat (2/6/2017).

Menurut dia, kerusakan jalan di wilayahnya sudah sangat parah. Akibat kondisi jalan seperti itu, banyak terjadi kecelakaan lalu lintas, terlebih kerusakan jalan dekat perlintasan Kereta Api (KA). Itu akan sangat membahayakan keselamatan pengendara. Sehingga, pemerintah harus segera memperbaiki ruas jalan tersebut. ”Dulu pernah mobil terguling di sini. Setelah kejadian itu jalan diperbaiki, tetapi perbaikannya tidak maksimal, karena selang beberapa lama jalan kembali rusak,” ujarnya.

Kepala bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Lebak, Entoy Saepudin mengatakan, kerusakan di jalan tersebut merupakan kewenangan pusat. Sebab, status jalan itu (Pandeglang-Rangkasbitung-Cigeulung) merupakan jalan nasional. “Kami tidak bisa apa-apa. Hanya kita menyarankan, perbaikan juga disertai dengan perbaikan drainase,” ucapnya. Sementara itu, saat akan dikonfirmasi awak media, Satker Jalan Nasional Pandeglang-Rangkasbitung-Cigeulung Endang Mako sedang tidak ada di kantornya. Tak hanya Endang, tak satu pun pegawai yang terlihat di kantor yang berada di Jalan Multatuli Rangkasbitung tersebut. (Galuh Malpiana/”KB”)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here