Capaian RPJMD Kota Cilegon Direvisi

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mulai memproses revisi capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Di mana tujuh program off track menjadi fokus pada revisi capaian tersebut.

Tujuh program prioritas off track tersebut, adalah pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU), peningkatan jalan dan pengembangan jalan Kota Cilegon, pembangunan tandon air, pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK), penerapan sarana angkutan umum massal dan lahan parkir truk di Jalan Lingkar Selatan (JLS), pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT), serta pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D.

Mayoritas penyebab off track tujuh program prioritas tersebut, tidak lain regulasi pada kegiatan pembebasan lahan serta SDM yang kurang mumpuni.

Pemkot Cilegon memulai upaya tersebut, dengan pelaksanaan konsultasi publik, di Aula Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, Senin (27/5/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, akademisi, dan perwakilan masyarakat.

Sekda Kota Cilegon Sari Suryati menuturkan, revisi PRJMD bukan membatalkan program-program RPJMD. Revisi tersebut, menitikberatkan pada capaian-capaian program.

“Contohnya JLU (Jalan Lingkar Utara), targetnya kan selesai di 2021. Namun, tampaknya hanya sampai pada pematangan lahan. Begitu juga RSUD tipe D, tadinya direncanakan dua direvisi menjadi satu,” ujarnya kepada wartawan, saat ditemui seusai konsultasi publik.

Menurut dia, perubahan RPJMD tidak dilarang oleh undang-undang. Keputusan melakukan revisi, karena adanya kendala-kendala yang cukup mendasar.

“Seperti JLU ada permasalahan di internal, terkait pembebasan lahan yang itu di luar kewenangan kami,” ucapnya.

Sementara, terkait Pelabuhan Warnasari, proyek tersebut bukan milik Pemkot Cilegon. Oleh sebab itu, proyek tersebut tidak dimasukkan ke dalam tujuh program prioritas off track. “Itu kan milik BUMD, jadi revisinya ranah BUMD,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Cilegon Baihaki Sulaiman yang hadir pada acara tersebut, meminta Pemkot Cilegon lebih realistis dalam merealisasikan program pembangunan daerah.

“Waktu yang tersisa itu kan dua tahun, mohon pemkot realistis dengan waktu yang ada. Apalagi itu harus menggunakan pendanaan, artinya itu kan cuma empat kali anggaran,” katanya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here