Capaian PAD 2017 Kabupaten Lebak Lampaui Target

LEBAK, (KB).- Pemkab Lebak berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga angka 102, 75%. Berdasarkan hasil evaluasi, target PAD Tahun 2017 sebesar Rp 454,943 miliar lebih, dapat terealisasi sebesar Rp 467,474 miliar lebih atau mencapai angka 102,75%. Yang terdiri dari pajak daerah Rp 73,390 miliar lebih (115,46%), retribusi daerah sebesar Rp 12,944 miliar (103,86%) kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 3,195 miliar (100%) dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 377,943 miliar (100,59%).

Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya menyatakan, khusus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2017 sebesar Rp 12,618 miliar lebih, terealisasi sebesar Rp 11,921 miliar lebih atau sebesar 94,48%. Dari 345 desa/kelurahan di 28 kecamatan terdapat 57 desa/kelurahan yang tidak lunas PBB tersebar di 14 kecamatan.

”Pemerintah daerah diharapkan mampu menggali sumber-sumber pendapatan secara maksimal melalui PAD dari sektor pajak dan retribusi, penyempurnaan sistem pelayanan dan administrasi perpajakan, serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta pungutan penegakan hukum bagi penghindar pajak,” kata Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya pada acara apresiasi pajak daerah yang digelar di Hall La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Rabu (31/10/2018).

Untuk target pendapatan pajak daerah tahun 2018, ujar Bupati Iti, setelah perubahan adalah Rp 75,116 miliar dari semula Rp 64,408 miliar sehingga ada kenaikan Rp 10,708 miliar atau sebesar 17%. ”Jika dilihat dari potensi pajak yang cukup besar dan bahkan pada tahun-tahun yang akan datang, potensi tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan dunia usaha, investasi sektor properti dan gairah investasi pada sektor pariwisata,” ujarnya.

Ditambahkan, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lebak sejak akhir September 2018 lalu telah meluncurkan aplikasi smart tax berbasis android & web, untuk memudahkan wajib pajak melaporkan kewajibannya membayar pajak secara elektronik, meningkatkan efisiensi dan efektivasi pengelolaan dan pelaporan pajak dari wajib pajak dari aplikasi, mewujudkan birokrasi modern yang efektif dan efisien dalam membayar pajak.

”Selain itu, untuk memudahkan wajib pajak dalam membayar pajak, badan pendapatan juga sudah bekerja sama dengan kantor pos Rangkasbitung, sehingga untuk membayar pajak tahun 2019 bisa lewat kantor pos yang ada di tiap-tiap kecamatan, dan untuk PBB-P2 sudah dapat dilakukan pembayaran melalui ATM dan Internet Banking,” tuturnya. (Lugay/TS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here