Calon Wakil Walikota Cilegon, Edi Ariadi: Terserah Partai Koalisi

CILEGON, (KB).- Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi irit bicara saat diminta tanggapan terkait siapa calon Wakil Wali Kota Cilegon yang akan mendampinya, jika dirinya ditetapkan menjadi Wali Kota Cilegon devinitif setelah proses hukum Wali Kota Cilegon non-aktif Tb. Iman Ariyadi, dalam kasus dugaan suap proses izin Transmart mencapai inkrah.

Saat ditemui di Gedung Setda Pemkot Cilegon, Rabu (3/10/2018), Edi terkesan enggan memberikan tanggapan. Padahal, sejumlah tokoh politik sudah terang-terangan tertarik untuk mengisi kursi kosong itu. “Saya belum mau bicara itu dulu, masih terlalu dini. Apalagi Pak Iman kan belum inkrah,” katanya.

Persoalan tersebut, tutur dia, keputusan partai koalisi, para pengusung dan pendukung pasangan Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi-Edi Ariadi pada Pilkada Cilegon 2015 lalu. Pertanyaan itu pun tidak pas jika ditanyakan kepada dirinya. Mengingat keputusan siapa yang akan duduk di kursi wakil, berada di tangan partai koalisi.

“Saya kan user, pemegang keputusannya partai koalisi. Maka itu, saya serahkan ke semua partai pendukung Pak Iman dan saya di Pilkada Cilegon 2015. Mekanismenya juga kan melalui pemilihan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Fakih Usman Umar mengapresiasi munculnya sosok-sosok yang berminat mendampingi Edi Ariadi. Namun, politisi Partai Golkar ini meminta agar seluruh pihak menghormati proses hukum Wali Kota Cilegon non-aktif Tb. Iman Ariyadi yang mencapai inkrah. “KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saja sedang kasasi, jadi sabar dulu lah sampai inkrah,” ujarnya.

Fakih memaklumi hasrat politik para politisi yang ingin duduk di kursi Wakil Wali Kota Cilegon. Bagaimana pun keinginan untuk mendapatkan jabatan wakil adalah sah demi kepentingan partai. “Hal yang wajar memang jika ada sosok yang berkeinginan mendampingi Pak Edi. Maka itu, jika ada anggota DPRD atau ASN (aparatur sipil negara) ingin mendapatkan kursi itu, harus mundur dulu sesuai aturan. Pertanyaannya, mau tidak mundur dulu,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here